Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-151 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus (Lukas 1:41)

 

Saat sedang beramah tamah sehabis bersekutu bersama di dalam satu komunitas di Sydney Sabtu kemarin; saya tanpa sengaja mendengar satu diskusi seperti ini:

Person A: “eh gue denger loe dapat Karunia Bahasa Roh kemarin ini saat loe ikut Seminar Karunia-Karunia Roh Kudus? Gimana rasanya? Cerita dongg..”

Person B: “iya puji Tuhan deh. Tadi nya gue juga gak gitu ngeh. Mendadak saat lagi doa gue denger depan gue sepertinya dapat. Terus mendadak itu transfer ke gue, mulut gue mendadak agak kaku dan tahu2 keluar aja kata2 aneh… hari sukacita bener. Ternyata bisa yah Roh Kudus itu seperti yang transfer ke gue. Puji Tuhan banget!”

Kepenuhan di dalam Karunia Roh Kudus bukan mustahil memungkinkan orang lain menerimaNya. Ribuan tahun lalu, ibu Maria memperlihatkan ini semua terjadi saat mengunjungi Elisabet saudaranya. Sukacita mengalami Kasih Allah harus dibagikan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman 151, Roh Kudus adalah jati diri Allah yang sungguh mampu membuat orang yang ingin di pimpin olehNya akan mengalami sukacita yang melimpah. Persoalan dan tantangan hidup tidak berarti akan hilang; namun bagi mereka yang memilih untuk hidup di pimpin oleh Roh Kudus, akan mempunyai semangat yang baru dan tak pernah surut. Koq bisa? Karena Allah sendiri ikut campur di dalam persoalan setiap persoalan kita. Mau? Tuhan memberkati pilihan kita semua.

%d bloggers like this: