Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-94 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. (Keluaran 32:9)

 

Ada seorang pewarta terkenal di Amerika yang banyak memberkati orang di tahun 1940-1970-an. Banyak orang yang didoakannya sembuh dari sakit penyakit fisik, emosi dan rohani. Namun ia terlena oleh dosa dan menjalin hubungan dengan suami orang lain yang menyebabkan perceraian. Ia juga lalu bercerai dengan pria ini sekitar 9 tahun kemudian. Sang pewarta mengakui keberdosaannya dan berhasil memutuskan rantai dosa dan terus melayani Tuhan sampai kematiannya.

Perjuangan manusia melawan dosa tidaklah berhenti setelah kita dibaptis. Terlibat dalam Gereja dan pelayanan juga bukan jaminan kita akan lebih suci atau lebih mudah melawan dosa dibanding orang lain.

Kisah di atas hanyalah satu dari banyak kisah orang2 ‘rohani’ yang jatuh dalam dosa berat. Orang Israel pada zaman Musa dan Yesus malah melihat keajaiban Tuhan secara langsung. Tapi menyaksikan semua itupun tidak membuat mereka kebal dari dosa!

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-94, yang dibahas pada masa pra-paskah mengingatkan kita akan ‘potensi’ kita untuk jatuh dalam dosa. Kita juga punya kecenderungan untuk lupa atau tidak mendengar betul-betul Firman Tuhan yang disampaikan. Oleh karena itu, pentinglah kita berusaha lebih keras lagi untuk mendengar Firman Allah, menelitinya dan mengalahkan kedagingan kita lewat puasa dan pantang. Orang yang sadar akan kelemahannya akan waspada tapi orang yang merasa sudah kuat mudah lengah dan jatuh kembali dalam dosa.

 

 

%d bloggers like this: