Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-66 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Ia memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. (Markus 6:7)

 

Yesus memilih 12 orang menjadi murid dan mengutus mereka (apostolos=utusan) mewartakan kabar gembira bagi banyak orang. Mereka diutus berdua-dua dengan penyertaan kuasa Tuhan atas roh-roh jahat.

Tugas perutusan ini berlaku juga bagi kita, anda dan saya, yang menyatakan diri mau mengikuti Yesus. Kita tidak perlu kuatir karena Tuhan sendiri yang akan menyertai kita, melindungi dan melengkapi pelayanan kita.

Penyertaan Tuhan begitu nyata saya alami dalam kehidupan saya dan pasangan saya. Setelah 40 tahun menjadi katolik “tidur”, kami berdua mulai terpanggil untuk mengabarkan kabar gembira, melalui membuat renungan, mengajar sedangkan pasangan saya melayani di pujian. Kadangkala pasangan saya terheran-heran melihat tulisan saya, saya yakin sekali penyertaan Tuhan dalam tulisan dan pengajaran saya. Roh Kudus bekerja memberi inspirasi karena tiap kali saya mohon agar Tuhan berkenan memakai saya menjadi alat-Nya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-66 ini mengajak kita, anda dan saya, melakukan tugas perutusan yang dikehendaki-Nya, jadikan katolik bukan hanya menjadi agama kita tetapi melaksanakan perbuatan kasih dan sharing iman sebagai bukti iman kita kepada Yesus Tuhan kita.

Mari kita pergunakan waktu dan kesempatan yang masih diberikan Tuhan untuk hal-hal yang sesuai kehendak-Nya, bukan untuk kesenangan atau kesibukan duniawi. Tuhan memberi waktu dan kesempatan agar lebih dekat relasi dengan-Nya dan melaksanakan kehendak-Nya. Jangan sia-siakan waktu, hidup adalah kesempatan. Jangan menjadi penyesalan di akhir hidup karena kita tidak melakukannya padahal Tuhan sudah memberi kesempatan itu.

%d bloggers like this: