Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-221 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:15-16)

 

Di suatu acara pertemuan kelompok, pertanyaan ayat di atas kembali ditanyakan kepada peserta. Ada yang menjawab bagi seseorang Yesus adalah mahaguru. Yang lain mengatakan Yesus adalah perantara manusia dan Allah, dan yang lain lagi mengatakan Yesus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia.

Suatu ketika hal ini ditanyakan ke seorang anak kecil sewaktu seorang suster mengajar agama katolik. Anak itu mengatakan Yesus itu seperti tukang sampah seperti bapaknya. Kemudian suster meminta anak itu untuk menerangkan jawabannya. Yesus memunguti sampah dosa dari diri kita sehingga kita terbebas dari dosa kata anak itu, ternyata make sense juga.

Bacaan pertama dari Yeremia mengenai janji Allah kepada kaum Israel dan kaum Yehuda, bahwa akan ada waktunya Allah akan mengikat perjanjian baru dengan mereka. Sehingga mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Janji Allah ini dipenuhi dengan kedatangan Yesus sehingga bukan hanya kaum Israel dan kaum Yehuda mengenal Allah tetapi jauh lebih banyak dari itu.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-221 mengajak kita, anda dan saya yang mengenal Allah lebih dalam melalui credo kita kepada Allah Tritunggal Maha Kudus, untuk melakukan apa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya dan kemudian diteruskan kepada kita melalui gereja.

Mari melakukan berbagai kebaikan demi membalas kasih Tuhan, bukan demi kemegahan nama kita. Biarlah kasih Allah bisa sampai ke banyak orang melalui kita sebagai saluran-Nya, sehingga Allah semakin besar di mata banyak orang dan kita semakin kecil. Amin.

%d bloggers like this: