Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-344 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9)

 

Mendengar orang tua yang tak henti-henti mendoakan anaknya yang tetap memilih menikah dengan sesama jenis; suami yang mengampuni istrinya yang selingkuh namun si istri tetap memilih untuk berpisah; seorang pelayan Tuhan yang aktif melayani namun terkena perampingan di perusahaannya sebelum natal; dan masih banyak rentetan kesaksian/cerita yang membuat kita pilu dan berpikir, kelihatannya Tuhan lalai menepati janjiNya & membiarkan anak-anakNya… benarkah? Jika demikian, jadi buat apa berdoa, ngapain juga mengampuni dan melayani?

Tentu mudah melihat tangan Tuhan saat hidup kita baik-baik, namun dibutuhkan iman dan hikmat untuk tetap setia melakukan bagian kita ketika kita belum melihat buahnya dan tidak dapat menyelami rancanganNya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-344 ini, biarlah lewat tantangan, penderitaan yang kita alami di dunia ini, hati kita dimurnikan dan kita boleh didapati Tuhan tetap menantikan semua janjiNya dengan terus percaya & berusaha dengan sepenuh hati, supaya kita kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia. Amin

%d bloggers like this: