Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-42 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Aku mau, jadilah engkau tahir” (Markus 1:41)

Bacaan hari ini diambil dari kitab Imamat 13:1-2,44-46, 1 Korintus 10:31-11:1 dan Markus 1:40-45.

Ada dua persamaan menarik yang dapat kita temukan di kedua bacaan hari ini (bacaan pertama dan bacaan Injil). Yaitu di kedua bacaan tersebut, sama-sama ada orang kusta. Yang satu datang kepada imam, ia lalu diberi label sebagai penderita kusta, dan kemudian dijauhi oleh masyarakat.

Sementara, di bacaan Injil, penyakit orang tersebut tak hanya sembuh, ia lalu dapat diterima kembali oleh masyarakat dan keluarganya. Dan saking luar biasanya mukjizat yang ia alami, sehingga kabar gembira luar biasa mukjizat Tuhan Yesus tersebar sampai ke mana-mana.

Sama seperti cerita tentang orang kusta tersebut, sampai masa kini pun, sadar atau tidak, masih banyak orang yang sakit yang datang ke Gereja, atau komunitas. Sakit yang mereka alami bisa bermacam-macam, misalnya perasaan tak diterima, personality yang unik, bahkan juga orang yang benar-benar sakit secara fisik.

Sebuah pengalaman pribadi saya, sering kali orang-orang baru, akan lebih “diterima” apabila orang tersebut punya skill, talenta, cakep, pandai bicara atau kaya. Sebaliknya orang-orang yang dianggap kurang, maka mereka akan kurang diterima. Tak sedikit mereka akhirnya menjadi kecewa, dan pergi meninggalkan Gereja. Padahal mereka adalah orang-orang yang sama-sama juga membutuhkan cinta kasih Tuhan.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-42 ini, Tuhan Yesus telah memberi contoh terlebih dahulu kepada kita semua. Ia tak memilih-milih dan mau menerima siapapun yang mau datang kepadaNya.

Kita semua yang dibaptis secara Katolik, adalah para pengikut Kristus. Jangan sampai kita justru malah memberi label orang-orang, atau menimbulkan syak/kemarahan di dalam hati mereka (bacaan kedua). Tetapi dalam setiap tindakan kita, hendaknya kita mencontoh teladan Yesus tersebut, supaya mereka pun bisa merasa diterima, dan bisa merasakan cinta kasih Tuhan melalui diri kita, sehingga pada akhirnya mereka pun juga diselamatkan. Amin.

%d bloggers like this: