Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-316 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.”  (1 Tesalonika 4:14)

 

Ada sepasang orang tua yang konseling dengan seorang pastur, karena mereka begitu terpukul dan sedih atas kehilangan anaknya yang tiba-tiba dan begitu cepat. Pastur mengingatkan mereka akan ayat ini bahwa sebagai pengikut Kristus, iman & pengharapan kita akan Tuhan tidak berhenti sampai di dunia ini saja tapi juga pada kehidupan kekal yang dia janjikan.

Walaupun tidak mudah, namun ayat ini sungguh menjadi kekuatan & penghiburan bagi si orang tua dalam menjalani hari-harinya bahwa mereka akan bertemu lagi dengan anaknya pada suatu hari nanti sebagai satu keluarga.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-316 ini, kiranya Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Untuk kita semua yang saat ini pernah/merasa sedih karena ditinggal pergi oleh keluarga atau sahabat yang kita kasihi, marilah kita menjalani hidup ini dengan tidak kehilangan harapan dan berpegang terus pada janjiNya.

Tidak ada yang pernah tahu berapa lama kita akan hidup di dunia ini , namun satu hal yang kita tau kita bisa lakukan adalah bagaimana cara kita menjalani hidup ini. Biar kita boleh didapati Tuhan seperti 5 gadis bijaksana dalam bacaan injil hari ini ( Matius 25: 1-13 ) yang selalu membiarkan api dalam hati kita menyala sehingga kita boleh didapati selalu setia & siap ketika tiba saatnya kita bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

Apa yang kita akan lakukan setiap hari dalam masa mempersiapkan diri untuk membuat api dalam hati kita selalu menyala?

%d bloggers like this: