Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-225 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. (Luk 1:39-40)

 

Hari ini kita merayakan hari St. Perawan Maria diangkat ke Surga. Dari bacaan Injil, kita mendapat kesempatan untuk melihat dua orang wanita yang luar biasa di Kitab Suci: St. Maria dan Elizabeth.

Elizabeth, oleh karena ia adalah mama dari Yohanes Pembaptis (the new Elia). Dan St. Maria adalah mama dari Tuhan sendiri.

Mungkin kita sempat bingung kenapa Bunda Maria memiliki tempat yang spesial di Gereja Katolik. Ini tak lain karena Bunda Maria, oleh karena kerendahan hatinya, ia memilih untuk mematuhi kehendak Bapa di Surga. Lewat kepatuhan Sang Bunda untuk melahirkan sang juru selamat, maka keselamatan dpt datang atas seluruh umat manusia (baca bacaan kedua).

Setelah Tuhan Yesus naik ke Surga, Ia menganugerahkan ibunya juga untuk diangkat ke Surga. (baca pewahyuan di bacaan pertama)

Ada satu persamaan antara St. Maria dan Elizabeth, yaitu mereka adalah ibunda dari dua pria yang luar biasa. Bunda Maria bukanlah orang kaya, suaminya adalah tukang kayu dan Tuhan Yesus dilahirkan di palungan. Bagaimana bisa Bunda Maria membesarkan Tuhan Yesus menjadi seseorang yang luar biasa??? Menurut hemat saya, itu bukan karena Bunda sanggup menyekolahkan Tuhan Yesus ke tempat yang bagus dan mahal. Tapi karena ia memberikan anaknya tiga hal yang dimiliki oleh setiap orang (tapi belum tentu bisa memberikannya pada anak2nya), yaitu: waktu, perhatian dan kasih. Karena belom ada iPad, night club, sosmed, jadi apalagi kalau mereka tidak akhirnya banyak menghabiskan waktu bersama.

Pengalaman nyata teman sekolah anak saya, ortunya berdua saking sibuknya kerja. Mereka mengirimkan anaknya ke Indo untuk pulang selama 3-4 tahun, agar diurus oleh opa/oma/pembantu. Setelah berumur 3-4 tahun, mereka berpikir si anak sudah lebih gampang dijaga. Tak tahunya, masih banyak hal lain yang tidak kalah bikin pusingnya. Plus karena si anak dibesarkan oleh orang lain, akhirnya didikan si anak kurang sesuai dengan keinginan ortunya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-225. Tugas para orang tua bukan untuk menjadi orang tua yang kaya, melainkan punya tugas dan tanggung jawab yang besar atas anak2 yang dititipkan Tuhan. Semoga mulai hari ini, materi bukan lagi menjadi fokus utama kita.

Di samping itu, ada hal-hal yang tak kalah penting: waktu, perhatian dan kasih. Ini adalah tiga hal yang dimiliki setiap orang, tapi jarang ada yang mau menyempatkan diri untuk membagikannya. Mari bagikan ketiga unsur penting tersebut pada anak-anak kita, dengan demikian pasti kita juga akan mendapati mereka menjadi manusia yang tidak cuma luar biasa, tapi juga mempunyai hati seperti Tuhan Yesus.

%d bloggers like this: