Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-13 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. (Kisah Para Rasul 10:34-35)

 

Sewaktu ikut persekutuan doa di masa-masa kuliah dulu, setiap kali ada orang baru yang datang, apalagi kalau ia cantik atau ganteng di atas rata-rata, biasanya orang itu pasti akan mendapat perlakukan yang berbeda. Kalau wanita, maka di antara kami pasti bergilir ngajakin dia keluar. Apabila pria, maka dia akan sibuk digosipin oleh yang wanita. Berbeda sekali kalau orang baru itu tidak attractive sama sekali.

Sampai sekarang, orang-orang yang punya kelebihan, misalnya: lebih ganteng, lebih cantik, lebih kaya, lebih bisa nyanyi atau main musik, pasti bakal populer dan mendapat perlakukan khusus. Sebaliknya kalau banyak kurangnya, yah datang ataupun gak datang gak bakal ada yang sadar! Kasihan sekali.

Dalam bacaan hari ini, Petrus mengingatkan kita bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang, suku, ras, maupun warna kulitnya. Semuanya dianggap sama di hadapan Tuhan. Tuhan akan berkenan kepada siapapun yang respek padaNya, dan mau melakukan kebenaran-kebenaranNya. Justru kenapa kok kita para pengikut Tuhan yang justru pilih-pilih teman?

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-13 ini, kita merayakan hari pembaptisan Tuhan Yesus. Di saat itu juga langit terbuka, dan Ia mendengar “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (Luk 3:22). Kita semua juga telah dibaptis, dan saya yakin, selama kita melakukan perintahNya, Tuhan juga akan berkenan kepada kita.

Tuhan tidak membeda-bedakan orang, jangan sampai kita justru malah membeda-bedakan orang yang kita layani. Ingatlah merekapun adalah orang-orang yang sama-sama ingin mencari Tuhan di dalam Gereja.

%d bloggers like this: