TELINGA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-197 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Mat 13:9

 

Menjadi seorang pendengar yang baik, merupakan sebuah skill/keahlian tersendiri. Sayangnya, di zaman modern sekarang ini, skill untuk mendengar sendiri makin berkurang. Mungkin karena orang-orang lebih suka untuk bercerita mengenai dirinya sendiri.

Kehadiran sosial media, seperti Instagram, Facebook, seakan mendukung hal ini. Kita terpacu untuk memberi tahu kepada dunia, look at me! look at me! I want to share my story, my photo, my holiday, my lunch… I’m having fun now!! It’s all about me, me and meeee!! Tidak heran kemampuan orang-orang zaman sekarang untuk berkomukasi dua-arah akhirnya makin lama makin berkurang.

Sebuah kisah kecil yang menarik saya pernah alami. Saya pernah ngobrol dengan seorang teman pria, sebut saja namanya Arni. Arni suka sekali bercerita tentang dirinya, dari A-Z. Setelah bercerita panjang lebar tentang restaurant yang dia baru kunjungi, sekali-sekali dia bertanya, kamu sendiri bagaimana apa kamu pernah ke tempat itu? Lalu dengan sopan saya jawab.

Arni menyenggah dan lalu keasikan lagi bercerita tentang pengalaman dia lainnya. Tiba-tiba ia bertanya lagi hal yg persis sama. Dalam hati saya jadi ragu, apakah ia benar2 mendengar atau tidak. Selama ngobrol, rasanya ada tiga kali Arni bertanya hal yang sama kesaya.. ha ha ?

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-197 ini, percayakah anda di bacaan Injil kali ini, Yesus mengulang kata “dengar/mendengar” sebanyak 16x? Mungkin karena skill mendengar tersebut memang amatlah penting.

Yesus lalu melanjutkan dengan perumpamaan penabur, sayangnya cuma 1/3 dari tanah yang ada yang benar-benar siap ditaburi. Berarti ada banyak sekali orang-orang yang tidak benar-benar mendengar perkataan dan ajaran Tuhan Yesus.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman 197, ayo kita menjadi pendengar-pendengar yang baik. Berlatih terlebih dahulu mendengarkan orang-orang di sekitar kita. Sehingga dengan demikian, kita juga akan makin fasih mendengarkan suara/bisikan Roh Kudus.

%d bloggers like this: