Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-48 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya kerajaan Allah (Lukas 6:20)

 

Gambaran miskin dalam perkataan Yesus disini diibaratkan orang miskin yang tidak punya apa-apa dan yang hidupnya bergantung dari sedekah. Orang ini begitu bahagia bila ada yang memberinya sedekah untuk menyambung hidupnya. Arti sebenarnya adalah seseorang yang dalam hidupnya mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan (Yeremia 17:7).

Suatu saat ada seorang intelek memperhatikan seorang ibu yang membagikan bingkisan kepada para homeless. Dengan sinis dia katakan kepada ibu itu, “Tahukah ibu berapa banyak orang miskin di dunia, apakah artinya perbuatan ibu ini?” Sebelum ibu itu menjawab seorang homeless datang dan mengucap terima kasih padanya sambil bercerita bahwa dia sudah beberapa hari ia tidak makan, dia berdoa pada Tuhan dan kemudian tertidur, dirinya berpikir dia akan bangun dan mati. Ternyata saat ia bangun ada sebungkus bingkisan di depannya dan dia sangat berterima kasih atas pemberian ibu tadi dan dia bisa melanjutkan hidupnya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-48 ini mengajak kita, anda dan saya untuk hidup dengan mengandalkan Tuhan, bukan yang lain. Hidup mengandalkan Tuhan berarti menjalani hidup di dunia dengan mengikuti bimbingan Tuhan dan perintah-Nya, selalu mensyukuri pemberian Tuhan. Hidup di dunia tetapi menghindari tarikan dunia yang akan memberi ‘kebahagiaan’ yang semu dan sesaat. Begitu banyak orang yang merasa punya segalanya tetapi hidupnya serasa kosong tidak berarti. Jadilah miskin di hadapan Tuhan maka kebahagiaan sejati akan kita dapatkan dan menjadi penghuni Kerajaan Allah adalah upahnya. Amin.

%d bloggers like this: