Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-260 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain  yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!….”    (Mat 18: 21-35)

 

Hamba yang mencekik temannya ini baru aja mendapat belas kasihan dari Rajanya, kalau dia dibebaskan dari utangnya yang 10.000 talenta. Kita sekilas akan berpikir kayak sinetron banget nih adegan dan, “alamakk ada ya orang ga tau diri banget kayak gitu!”

1 talenta = 6000 dinar, jadi kita bisa menghitung perbandingan utangnya… kira kira 1 : 600.000 gitu! Kalau dilihat dari jumlahnya, tentu kita beranggapan ga seharusnya banget kan hamba tersebut berbuat demikian kepada temannya.

Dalam perikop ini, tentu Tuhan bukan ingin mengajarkan kita matematika atau itung-itungan dengan Dia; tapi kabar gembira yang ingin disampaikan lewat perikop ini adalah bahwa Belas Kasihan yang kita terima dari Tuhan adalah sempurna, tidak sebanding dengan dosa-dosa kita, dan sesungguhnya kita ga akan sanggup membayar rahmat kasihNya.

Tanpa menyadari hal ini, tentu dengan mudah kita akan bertingkah seperti hamba di atas. Kita akan merasa bahwa kita punya hak untuk memperlakukan orang semau kita apalagi mereka yang bersalah atau yang berhutang pada kita.

Mari lihat beberapa contoh ini: ketika mobil kita diserobot orang? Atau bagaimana sikap kita ketika kita tahu ada orang yang mentertawakan kekurangan kita? Atau ketika kita sedang kesal menghadapi anak kita yang bandel dan tidak menghargai pengorbanan kita? (sebenarnya pernah atau tidak sih saya juga dengan seenaknya motong jalan orang? ngomongin kekurangan orang? atau kurang bersyukur atas kebaikan Tuhan atau pengorbanan orang tua saya?)

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-260, coba kita bayangkan kalau kita adalah Raja yang telah mengampuni dosa, kesalahan dan kelalaian hambanya itu.. kira-kira bagaimana perasaanNya saat ini melihat kita memperlakukan sesama kita? Mari kita renungkan perikop ini dengan merefleksikan sikap-sikap kita kepada sesama kita dalam setiap kesempatan yang ada.. sudah berbelas kasihankah saya?

%d bloggers like this: