MENDENGARKAN UNTUK MEMPERSATUKAN

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-169 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.” 1 Kor 10:17

 

Buat kita semua yg pernah belajar PMP atau PPKN sewaktu di sekolah, pasti pernah mendengar semboyan negara kita yang satu ini: Bhinneka Tunggal Ika. Yang berarti: walaupun berbeda2 namun tetap satu juga. Tantangan yang dihadapi tentu adalah bagaimana menjaganya. Ini juga sesungguhnya yang menjadi tantangan di dalam Gereja atau dalam satu komunitas. Saya menyebutnya Disunity in Christ.

Sebuah contoh sederhana, saya punya seorang teman lelaki, sebut saja namanya Charles. Charles waktu itu masih ikut pertemuan di sebuah komunitas di Sydney. Ia sempat curhat ke saya karena ia punya beberapa masalah. Tapi yang menarik dari curhatan tersebut, adalah saat saya menanyakan, apakah dia pernah menceritakan problem dia ke teman-teman atau pelayan di komunitas tersebut. Namun Charles mengatakan tidak, karena ia merasa teman-temannya selalu sibuk memberikan saran, dan ujung-ujungnya malah menyalahkan Charles karena dianggap kurang berusaha, sehingga ia tak pernah bisa benar-benar mengeluarkan isi hatinya sepenuhnya sampai selesai.

Beberapa waktu kemudian, karena Charles merasa tak pernah didengarkan, akhirnya merasa kesal, dan ia perlahan-lahan keluar. Di lain pihak, teman-temannya masih sibuk menyalahkan Charles, karena ia dianggap tak terbuka. Seandainya para tim pelayan dan aktivis lainnya mau lebih rendah hati demi menjaga persatuan di dalam komunitas tersebut, saya yakin Charles malah mungkin sudah ikut di dalam pelayanan.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-169 ini, persatuan sering kali hanya membutuhkan kita untuk lambat berkata-kata, namun cepat mendengarkan (Yak 1:19). Ini adalah sebuah tantangan bagi kita semua, sebagai anggota atau pemimpin didalam Gereja, atau komunitas, bahkan di dalam keluarga. How well do we know our community friends? Apabila kita cuma pernah mendengar berita-berita baik saja tentang seseorang, mungkin berarti selama ini mereka tak pernah benar-benar curhat.

Kita semua adalah bagian dari tubuh Kristus. Oleh karena itu kita harus memelihara kesatuan itu. Mulailah dengan lebih banyak mendengarkan, sehingga persatuan dalam Kristus dapat dengan senantiasa kita bangun.

%d bloggers like this: