Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-322 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya. (Markus 13:26)

 

Bacaan hari ini kembali mempersiapkan kita menghadapi akhir zaman yang telah dinubuatkan sejak zaman nabi Daniel, dan telah dipertegas kembali oleh Yesus sendiri. Hari penghakiman terakhir itu pasti akan saya, anda dan seluruh umat manusia hadapi, baik dalam keadaan masih hidup ataupun tidur dalam debu tanah (Dan 12:2).

Kapan hari itu akan datang? Tidak ada yang tahu selain Bapa di surga. Karena itu kita dituntut selalu waspada dan berjaga-jaga agar jangan didapati sedang hidup dalam dosa.

Seperti apa sih akhir zaman itu? Lagu The End of the World dari era 60an menghubungkan kehilangan seseorang yang sangat dikasihi dengan akhir dunia. Tak ada lagi gairah untuk hidup kalau tidak bersama orang tersebut. Lagu tersebut ada benarnya, di akhir zaman manusia akan merasakan kesedihan mendalam kalau didapati tidak layak kemudian dicampakkan ke tempat kengerian dan selamanya terpisahkan dari Allah. Sebaliknya bagi manusia yang hidup berkenan pada Allah, akan ada kebahagiaan kekal bersama Allah, tentunya inilah yang anda dan saya cari dan kejar dengan tekun.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-322 ini mari kita ingat kembali bahwa akhir zaman adalah sesuatu yang tak dapat kita hindari. Marilah murnikan diri kita dan satukan dengan kurban Kristus yang kita rayakan dalam misa kudus. Kita gunakan setiap kesempatan yang ada untuk hidup penuh iman dan karya sambil menantikan dengan gembira dan penuh harapan akan kedatangan kembali penyelamat kita Yesus Kristus untuk membawa kita kepada kebahagiaan kekal. Selamat berhari Minggu.

%d bloggers like this: