MANA UPAHKU TUHAN?

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-183 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia muridKu, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”  (Mat 10:42)

 

Kita sering mendengar orang memberi banyak macam alasan mengapa mereka tidak bisa mengikuti/melayani Tuhan, mulai dari keadaan di sekeliling mereka (biasanya keadaan ekonomi, orang tua, anak, pekerjaan menjadi faktor pertimbangan) atau tidak tahu bagaimana menyenangkan Tuhan karena tidak punya talenta apa2 untuk melayaniNya (ngga bisa nyanyi, ngga bisa ngomong di depan umum, ngga bisa main musik dan sebagainya).

Kita sering terjebak/menanti hal-hal yang spektakular untuk melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita dan lewat kita. Kita berpikir dengan berkat-berkat besar yang kita terima atau talenta yang spesial, itu bukti bahwa Tuhan sangat mengasihi kita & mau memakai kita menjadi alatNya.

Namun hari ini lewat salah satu ayat injil di atas, Yesus berkata bahwa sekalipun lewat hal2 kecil, kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekeliling kita dan Tuhan tidak cuma melihat, hatiNya juga disenangkan, dan Dia memberi upah/reward atas niat hati kita.

Membukakan pintu ketika sama2 mau masuk ke dalam toko, tersenyum pada orang yang sedang berpapasan dengan kita, mengirim pesan whatsapp untuk menanyakan kabar seorang sahabat yang sudah lama tak bersua atau menelpon orang tua kita, membantu mengambil barang orang yang terjatuh di depan kita, memberi tumpangan kepada teman yang satu arah dengan kita, mengambilkan air minum dan masih banyak hal2 yang terlihat kecil di mata manusia tapi ternyata semua itu signifikan dan berharga di mata Tuhan.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-183 ini, mari kita sadari seberapa sering kita telah melewatkan hal-hal kecil yang ada di hadapan kita untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan hanya karena kita merasa malu, takut, itu tidak penting atau karena kita pikir Tuhan tidak akan memperhitungkan hal2 demikian?

Tuhan, berikan kami hati yang peka untuk menyadari bahwa lewat hal sekecil apapun, Engkau memberi kami kesempatan untuk menabur dalam kasih dan menikmati rahmatMu dalam hidup kami. Amen 🙏🏻

%d bloggers like this: