Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-20 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya. (Yohanes 2:8)

 

Hampir semua pembaca refleksi harian Katolik pagi ini tentu sudah pernah mendengar Kisah Perkawinan di Kana ini, benar? Banyak sudah dibahas bagaimana indahnya kisah ini, mukjizat pertama Yesus dan turut campur tangannya Ibu Maria sehingga terjadilah mukjizat ini.

Yang menjadi tambah menarik adalah bagaimana Gereja Katolik menempatkan Injil digabung dengan bacaan 1 mengenai gambaran nubuat Nabi Yesaya akan persatuan bangsa Israel dengan Sang Mempelai yaitu Allah sendiri.

Kita tahu banyak sekali di Perjanjian Lama diperlihatkan bangsa Israel mengalami jatuh bangun di dalam mengikuti Allah, namun janji Allah akan bangsaNya tidak pernah Ia lupakan. Bahkan Ia mau agar hubungan tersebut diresmikan, ditingkatkan dengan penuh komitmen bagaikan suami istri.

Ini juga gambaran masa lalu yang tawar (air) diubah dengan kehadiran Yesus menjadi manis kembali (anggur), era Perjanjian Lama berakhir dan masuk ke Perjanjian Baru, Yesus Kristus Sang Mesias.

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-20, mukjizat yang Tuhan Yesus lakukan di dalam bacaan Injil, tidak dilihat banyak orang dan cenderung hanya sebagian kecil saja (para muridNya, para petugas yang berhadapan dengan Yesus dan ibu Maria ) yang melihatnya. Namun efeknya, seluruh yang hadir di acara tersebut menikmati, dan pasangan mempelai baru pun diselamatkan dari kemungkinan rasa malu karena kehabisan anggur. Demikian pula 9 Karunia Roh Kudus yang bisa kita baca kembali pagi ini dalam bacaan kedua, bukan semata-mata untuk pertumbuhan pribadi yang menerima Karunia tersebut namun tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama (1 Kor 12: 3) .

Mari teman-teman pembaca refleksi harian Katolik, aktiflah di dalam mengharapkan Tuhan mengijinkan anda dan saya untuk ambil bagian di dalam pelayananNya; aktiflah di dalam mengharapkan karunia-karunia tersebut. Namun ingat, karunia-karunia Roh Kudus ini adalah untuk kepentingan Umat Tuhan, bukan untuk pamer atau kepentingan pribadi.

Tuhan memberkati

%d bloggers like this: