ALLAH YANG DAHSYAT, APAPUN SITUASINYA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-113 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihiNya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,” (1Ptr 1:8)

Injil hari ini menceritakan betapa bersukacitanya para murid setelah melihat Yesus bangkit. Yesus tahu apa yang terjadi pada murid-muridNya setelah kematianNya, dan apa kata Thomas ketika mendengar Dia bangkit. Kita semua tahu dengan reaksi Thomas bukan? (Bisa dibaca di Yoh 20 : 19-31)

 

Saat apa yang terjadi tidak sesuai dengan kemauan kita

Beberapa waktu lalu ini di Amerika dan di Indonesia (atau mungkin di negara2 lain juga), ketika dalam pemilihan, pemimpin yang menang tidak seperti yang mereka harapkan. Banyak orang terpukul dan susah untuk bisa menerima kenyataan yang terjadi. Komentar-komentar pedas & pahit banyak yang terlontarkan atas dasar kekecewaan yang mrk rasakan & kekhawatiran apa yang akan terjadi. Kita menjadi begitu pesimis melihat hari esok.

Sama seperti dulu buat para murid, Yesus tuh raja, Dia yang dikatakan penyelamat bangsa Israel dan Dia ternyata mati, dengan hina disalib lagi… oh nooo 😱 mana mungkin ini bisa terjadi??! Sekarang bagi sebagian besar rakyat, pemimpin pilihan mereka ini sudah jelas-jelas karya & hatinya yang membela rakyat dan meningkatkan taraf hidup mereka. Tetapi sekarang dia kalah…. apa yang akan terjadi bagi bangsa kami yang tercinta?? 😰

 

Tetapkah kita percaya bahwa Allah bekerja di saat sesulit apapun?

Di halaman 113 ini, sama seperti Yesus tahu kesedihan para muridnya, Dia juga tahu & peduli pada kesedihan kita semua anak2Nya. Seperti Dia menghampiri Thomas secara pribadi dan menguatkan imannya, Yesus yang dulu, sekarang & selama-lamanya tidak akan pernah kehabisan akal & cara.

Banyak kali dalam hidup kita, ketika kita mungkin berpikir segalanya sudah selesai dan tidak ada harapan, di situlah iman kita sebagai anak-anak Tuhan diuji apakah kita tetap mau percaya, optimis & dengan rendah hati memberi ruang untuk kuasa Allah bekerja dengan caraNya yang ajaib dan di luar rencana dan pikiran manusia.

Hari Minggu ini kita umat katolik merayakan Pesta Kerahiman Ilahi, dimana kita diingatkan akan belas kasihan Tuhan akan dunia ini yang jauh lebih besar dari kebobrokan dosa-dosa kita. sekalipun kita tidak mengerti bagaimana cara Tuhan bekerja memulihkan keadaan ini. Maukah kita terus berdoa bagi mereka yang hidupnya menjauh dari Tuhan, atau belum mengenal Tuhan atau mereka yang dianiaya oleh karena kebenaran?

Marilah kita berdoa “Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan lautan kerahiman telah bagi segenap dunia. O Sumber kehidupan, kerahiman ilahi yang tak terselami, naungilah segenap dunia & curahkanlah kasihMu pada kami” Amin 🙏🏻

%d bloggers like this: