Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-357 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.” (Lukas 1: 45)

 

Pernahkah anda merasa menderita, terperangkap dan tidak berdaya?

Waktu kecil saya pernah ditinggal di dalam mobil selagi keluarga masuk ke tempat sewa video. Malam itu hujan turun deras dan angin menerpa mobil tanpa henti. Seharusnya cuaca dingin membawa suasana ‘adem’ tapi suhu udara di dalam mobil malah panas seperti di dalam oven. Semakin lama menunggu mereka, saya semakin stress karena keringat terus mengucur dan nafas terasa semakin sulit. Jangan salah, pintu mobil semua tidak terkunci dan mobil terparkir persis di depan pintu masuk toko. Tapi sebagai anak kecil, rasa takut terhadap hujan deras waktu itu sangat besar. 30 menit kemudian pintu mobil terbuka dan hawa dingin dan menyegarkan bertiup masuk, membawa sukacita yang besar dan kelegaan buat saya.

Kebebasan untuk memilih jalan hidup dan mencapai keinginan adalah suatu kebutuhan bagi setiap orang. Semua orang yang terperangkap di luar keinginannya pasti punya banyak perasaan negatif. Naluri kita adalah untuk meraih kebebasan, tapi ada kalanya kita tidak mampu mendapat jalan keluar. Seorang penyelamat (baca: Mesias) punya peran sangat besar untuk membawa pembebasan dan perasaan-perasaan yang mengikuti seperti: sukacita dan kelegaan. Buat saya, ayah adalah penyelamat saya saat terperangkap di mobil dan Yesus adalah penyelamat saya atas dosa-dosa yang mengikat saya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-357 ini kita diingatkan lagi akan peran Kristus sebagai Mesias yang penuh kuasa, yang menyelamatkan kita semua dari alam maut, masalah dan semua hal yang mengikat kita dan menjauhkan kita dari Allah.

%d bloggers like this: