Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-83 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. (1 Korintus 10:11)

 

Allah menghendaki agar kita semua selamat dan berbahagia bersama-Nya dalam kebahagiaan kekal. Namun dosa membuat manusia tidak dapat bersatu dengan Allah yang kudus. Dengan berbagai cara Allah menghampiri manusia, memperingatkan kita semua untuk bertobat, berbalik dari cara hidup berdosa.

Dalam bacaan pertama Allah menampakkan diri kepada Musa lalu mengutusnya kepada umat Israel. Di kemudian hari Allah melalui Musa melakukan perkara2 ajaib untuk keselamatan umat-Nya.

Dalam Injil, Yesus memberikan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Pemilik pohon menghendaki agar pohon itu ditebang, namun Yesus – digambarkan sebagai pengurus kebun anggur – mau komitmen bersusah payah mengurus pohon tersebut secara ekstra agar tahun depan berbuah dan pohon itu jangan ditebang. Tuhan tidak menghendaki kita binasa, melainkan bertobat dan selamat.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-83 mengajak kita untuk mensyukuri kasih Allah yang demikian besar sehingga Ia sendiri yang datang menghampiri dan menyelamatkan kita. Kiranya Tuhan berkenan kepada pertobatan kita. Marilah kita tidak lupa menyambut Allah dalam sakramen Rekonsiliasi. Selamat berhari Minggu dan merayakan Ekaristi.

 

 

%d bloggers like this: