ALLAH YANG PEDULI

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-176 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” Mat 10:31

 

Bacaan Injil hari ini diambil dari Matius 10:26-33. Silahkan dibaca dengan penuh iman karena sangat menguatkan kita! Yesus berkata untuk kita jangan takut karena Tuhan memelihara hidup kita. Burung pipit saja tidak akan jatuh bila tidak seijin Bapa di surga, apalagi Anda dan saya yang lebih berharga daripada banyak burung pipit.

Memang ketika kita merasa takut maka serasa Tuhan jauh. Tetapi di ayat 32 Yesus memberi tahu apa yang dapat kita lakukan: “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” Yes, ini rahasianya. Setiap kali kita merasa takut kita harus mengakui Yesus adalah Tuhan yang luar biasa dan tidak ada yang mustahil dalam Dia. Akui kuasa Tuhan ini di hadapan masalah2 kita dan juga ketika kita menghadapi orang2 yang membuat kita takut.

Salah satu pengalaman “takut” saya adalah ketika mempersiapkan acara pernikahan kami. Saya dan pacar (yang sekarang adalah suami 😄) ingin bisa mengadakan pesta kebun. Ketika mencari2 tempat banyak yang tidak cocok. Selain biaya yang sangat mahal, juga tidak memungkinkan mengadakan misa pernikahannya di kebun. Kami cukup kecewa sampai akhirnya kami menemukan satu hall yang cocok walaupun bukan di kebun. Singkat cerita hall tersebut sayangnya tidak dapat dipakai. Saya sempat takut karena tanggal sudah mepet. Juga perasaan capai dan kuatir karena sudah mencoba sana-sini tetapi seperti menemukan jalan buntu.

Di tengah kebingungan, saya bersyukur sekali karena dikelilingi teman2 seiman yang slalu menguatkan. Ini membuat saya pun dapat tetap mengakui kebesaran Tuhan di tengah2 ketakutan. Benar saja, rencana Tuhan selalu baik dan yang paling indah. Benar-benar diluar dugaan kami, akhirnya kami bisa pakai sebuah kapel di atas bukit yang sangat indah plus juga ada tamannya. Ini berarti kami bisa mengadakan misa pernikahan di kapel tersebut dan pesta kebun setelahnya. Benar-benar seperti yang hati kami impikan! Pesta pernikahan kami benar-benar peristiwa yang sangat berkesan dan tidak terlupakan. Bukan hanya karena saya menikahi si pacar, tapi juga pengalaman rohani yang saya alami, di mana Tuhan ajarkan untuk tidak perlu takut karena semua indah pada waktuNya.

Di hari Minggu ini di halaman 176, melalui refleksi harian Katolik Epiphany ini, mari kita serahkan segala ketakutan kita di bawah kaki Yesus. Burung pipit dan bunga bakung saja Tuhan pelihara, apalagi Anda dan saya. Ia pelihara seperti biji mataNya. Mari kita jangan segan-segan untuk mengakui kebesaranNya di tengah segala ketakutan kita!

%d bloggers like this: