Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-84 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” (Filipi 2:6)

 

Pada hari ini kita mulai memasuki apa yang disebut dengan Minggu atau Pekan Suci. Tinggal satu minggu lagi, kita akan merayakan Paskah, puncak keselamatan yang terjadi oleh karena wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus. Bacaan2 hari ini menggambarkan bagaimana Tuhan Yesus menyerahkan dirinya kepada Allah Bapa. Namun tugas itu Ia jalankan dengan penuh kerendahan hati.

Hal tersebut digambarkan dengan tepat didalam tulisan Paulus: “Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan, telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Filipi 2:6-7). Membaca tulisan Paulus, wow memang keren luar biasa kerendahan hati Tuhan Yesus!

Menjadi rendah hati seperti Tuhan Yesus, tidaklah gampang. Beberapa contoh sederhana, salah satu sharing teman saya, seorang pewarta Kitab Suci senior, merasa tersinggung saat ia diberi masukan oleh temannya yang lebih muda. Atau contoh lainnya, teman saya yang lain pernah cerita ia merasa lebih tahu cara membesarkan anak. Jadi di dalam hati, ia sering kali meremehkan atau mentertawakan teman-temannya yang baru menjadi ibu muda.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-84, “kerendahan hati” itulah yang paling mencolok di dalam hidup, dan di akhir hidup Tuhan Yesus. Sekarang coba check dan re-check, apakah kita masih sombong? Dengan kata lain masih cepat tersinggung dan marah? Atau masih diam-diam meremehkan/mentertawakan orang lain? Apabila ya, berarti perjuangan anda dan saya masih belum selesai. Mungkin orang lain tidak tahu, karena kita pandai merahasiakannya di dalam hati, tapi Tuhan Yesus tahu, sebab tak ada yang tersembunyi dihadapanNya.

Semoga lewat masa PraPaskah ini, kita bisa menjadi semakin rendah hati, menjadi semakin serupa seperti Tuhan Yesus.

%d bloggers like this: