Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-246 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:1-2)

 

Erat sekali hubungan antara kekudusan dengan kemurahan Allah. Rasul Paulus dengan sangat detail menjelaskannya di dalam 2 ayat bacaan kedua hari ini. Pertanyaan yang menarik untuk kita renungkan di refleksi harian Katolik hari ini adalah apa benang merah antara bacaan kedua dengan Injil, yang jelas-jelas memperlihatkan Yesus membentak Petrus yang “sebenarnya” berusaha membela diriNya 😰

Apa maksud Yesus memakai istilah “enyahlah iblis” (get behind me satan (Matius 16:23)) dalam hal ini? Apakah Petrus dikuasai si iblis? Padahal baru saja ia mengakui bahwa Yesus adalah Mesias! Penggunaan kata iblis bisa berarti dua. Yang pertama adalah untuk menyampaikan soal kuasa gelap. Yang kedua adalah untuk menyampaikan kebiasaan jelek si iblis yaitu menggoda manusia untuk jatuh dalam dosa dan menjauhkan manusia menuruti kehendak Allah. Dalam kasus Petrus disini, Yesus menggunakan kata iblis (satan) untuk maksud yang kedua karena Petrus berusaha menghalang-halangi Yesus untuk menjadi ragu (dalam kapasitas Yesus sebagai manusia) melakukan kehendak Allah.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-246, kembali ke bacaan untuk umat di Roma, Paulus dengan tegas mengatakan, perubahan budi sangat crucial dalam memungkinkan seseorang mengerti mana kehendak Allah, mana yang bukan. Perubahan budi disini adalah tekad seseorang di dalam menjaga kekudusan, untuk hidup TIDAK menuruti keduniawian. Atau dengan kata lain, tidak mengikuti suara si iblis, musuh besar Tuhan Yesus.

Selamat Hari Minggu Kitab Suci Nasional 🙏. Mari kita biasakan membaca Kitab Suci setiap hari, minimal ikuti bacaan harian (3 atau 4 perikop per hari). Jika dengan rutin ini kita lakukan, anda dan saya akan menyelesaikan seluruh Kitab Suci dalam 3 tahun. Coba deh start today 👍😁. Tuhan memberkati!

%d bloggers like this: