KARYA TERBESAR

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-120 dari 365 halaman dalam tahun.

 

1 Pet 1:18-19 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1 Pet 1:17-21)

 

Sudahkah kita membalas karya penebusan Yesus dalam hidup sehari-hari?

Saya percaya banyak diantara kita yg sudah sering mendengar (atau menyanyikan) lagu yang syairnya “bukan dengan barang fana Kau menebus dosa ku, dengan darah yang mahal…tiada noda dan cela….”. Saya mengimani banyak diantara pembaca renungan tentu sangat mengerti arti di balik syair tersebut dan memahami betapa sesungguhnya ini adalah Karya Terbesar yang Allah berikan kepada anda dan saya, sehingga anda dan saya bisa kembali menikmati janji Kristus, dimungkinkan kembali ke rumah Bapa.

Yang menarik untuk direnungkan, seberapa besar usaha anda dan saya untuk mengamalkannya di dalam kehidupan sehari-hari untuk membuktikan kepada Tuhan kita Yesus Kristus bahwa pengorbananNya tidak sia-sia?

Saya mengenal seorang istri yang sering diperlakukan tidak adil dan tidak menyenangkan dari suaminya. Tidak hanya kadang ia dipukul, namun juga sering kali dikata-katain dengan kalimat yang menyakiti hati. Pernah satu kali sang istri ini menderita satu penyakit kulit yang cukup parah yang mengharuskan ia terbaring di rumah beberapa minggu dan harus hati-hati sekali dalam mengganti baju karena seringkali kupasan kulitnya menempel. Sang suami malah menuduh ia mempunyai affair dengan laki-laki lain sampai terkena penyakit kotor. Belum lagi harus memahami sang suami yang suka mabuk dan berjudi, cukup lengkap penderitaannya. Kalau secara duniawi, sepertinya sudah cukup alasannya untuk memilih bercerai karena suaminya juga tidak mampu membiayai keluarga dan sang istrilah tulang punggungnya.

 

Berani menunjukkan kasih Kristus

Halaman ke-120, kalimat terindah yang pernah saya dengar adalah “Pernikahan kami di persatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Darah Kristus sanggup menyelamatkan perkawinan kami. Saatnya nanti ia pasti bertobat, Lin.” Bukankah ini evangelisasi pewartaan kabar gembira akan Yesus kita yang sungguh hidup di dalam diri wanita ini? Bukankah ini memperlihatkan bagaimana Kasih Yesus hidup di dalam dirinya, dan ia sanggup mengasihi mereka yang menyakitinya dengan luar biasa? And YES! Tuhan Yesus menjawab kesabarannya dengan pernikahannya yang mulus dan sampai saat ini sudah memasuki lebih dari 30 tahun, dengan dua anak yang luar biasa. Pengorbanan Yesus di kayu salib tidak sia-sia di dalam perjuangan wanita ini.

Mau kan kita juga menang? Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: