Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-90 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika masih jauh, ayahnya telah melihat dia, lalu tergerak hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (Lukas 15:20)

 

Saat ini memasuki minggu Pra Paskah IV, minggu Laetare artinya sukacita.

Perikop injil Lukas hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang pertobatan seorang anak bungsu dan kembali kerumah bapanya. Bapa yang penuh kasih menerima anaknya yang sudah bersalah padanya dengan tangan terbuka.

Pertobatan adalah bukan saja meninggalkan manusia lama kita lalu mengikuti Yesus tetapi bisa juga berarti mengembalikan langkah hidup kita yang sudah “sedikit” menyimpang, mengkoreksinya kemudian kembali kearah yang ditunjukkan Yesus demi mendapatkan keselamatan. Bapa di surga yang berlimpah kasih dengan setia menanti pertobatan kita.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-90 ini mengajak kita bersuka cita karena kita punya Bapa penuh kasih yang menanti pertobatan kita. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya lewat Kristus tanpa memperhitungkan pelanggaran dan dosa kita. Dan Ia telah mempercayakan berita perdamaian itu pada kita semua. Mari mengabarkan kabar sukacita ini ke seluruh dunia.

%d bloggers like this: