Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-63 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” (Yohanes 2:19)

 

Bacaan Injil menunjukkan sikap Yesus yang agak beda dari biasanya. Ia membalikkan meja-meja para penukar uang dan pedagang. Sekilas, mungkin orang akan menganggap Yesus begitu kasar dan mempertanyakan perbuatanNya. Ayat 17 menjelaskan bahwa cinta-Nya akan Bait Allah mendorong-Nya untuk ‘membersihkan’ tempat itu yang telah ‘dikotori’ oleh orang-orang yang membuat tempat doa sebagai tempat meraup keuntungan semata. Pada hari ini, kita diajak hari ini untuk berfokus pada tindakan Yesus membersihkan dan merombak Bait Allah. Ia melakukannya secara fisik (ayat 13-17) dan secara spiritual (ayat 19-21).

Beberapa waktu lalu saya membersihkan mobil karena harus dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Sudah beberapa lama saya menyimpan kotak di bagasi tapi saya tidak menyangka betapa banyaknya dan beratnya semua barang yang seiring waktu saya tinggalkan saja di bagasi mobil.

Kita tahu bahwa tubuh dan hidup kita adalah bait Roh Kudus (1 Kor 3:16). Terkadang mungkin kita memperlakukan diri sendiri seperti contoh mobil di atas. Kita punya dosa yang sulit diatasi yang kita coba lupakan saja. Mungkin ada keretakan dalam rumah tangga atau hubungan dengan keluarga yang kita anggap terlalu sulit dan kita dorong masuk ke ‘bagasi’ kita. Mungkin juga sudah lama kita lupa berdoa, membaca kitab suci atau jauh dari Tuhan, tapi karena terlalu sibuk kita pinggirkan karena ‘terlalu sibuk.’

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-63, masa prapaskah ini adalah masa yang tepat untuk melihat kembali keadaan hidup kita lewat usaha doa dan puasa. Bukalah ‘bagasi’ hidup kita dan lihat apa yang harus kita bersihkan supaya Bait Allah ini bisa kembali bersih, kudus dan menjadi tempat tinggal Roh Kudus. Mungkin hal ini sulit dilakukan, tidak apa-apa, Yesus sudah melakukannya untuk kita lewat pengorbananNya. Ia siap membantu dan memampukan kita untuk membuat perubahan nyata dalam hidup kita, saat ini juga.

%d bloggers like this: