Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-7 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“…..tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (Yesaya 60:2b)

 

Kata “Bangkitlah, menjadilah terang….” (Yesaya 60:1) menjadi pembuka dari rangkaian bacaan hari ini.

Seorang kaya memiliki 3 anak yang sama-sama dikasihinya. Masing-masing memiliki kemampuan yang sepadan dan ini membuatnya bimbang kepada siapa ia akan wariskan usahanya untuk memimpin bisnis keluarganya. Kemudian ia membuat suatu tes dimana masing-masing dari anaknya hanya diberikan uang $2, dengan satu tugas: bagaimana mengisi penuh satu kamar tidur kosong.

Anak pertama membeli koran bekas sebanyak mungkin, dan anak kedua membeli rumput kering sebanyak mungkin. Keduanya tidak berhasil memenuhi ruangan tersebut. Anak ke-3? Ia membeli sebuah lilin dan korek api. Lalu dia mengajak ayah nya ke kamar tersebut malam hari dimana mereka sulit sekali bergerak dan jalan. Namun saat ia menyalakan lilin kecil itu; lilin tersebut mampu menerangi seiisi ruangan yang gelap gulita. Sekecil apapun sebuah terang, ia akan bersinar di tengah kegelapan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-7, sebagaimana fungsi bintang Timur pada bacaan Injil hari ini yang menjadi petunjuk jalan kepada para Bijak (sudah wise dan bijak, masih mau merendahkan hati dan memperhatikan petunjuk lain dalam mencari Sang Imanuel), firman Tuhan mengajak anda dan saya, menjadi seperti bintang tersebut, menunjukkan jalan kepada orang lain untuk bertemu dengan Sang Terang yang sesungguhnya. Selamat Hari Raya Penampakan Tuhan. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: