Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-98 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”  (Yohanes 20:19)

 

Ada beberapa hal yang terjadi di waktu yang bersamaan pada malam itu:
–  Walaupun para murid merasa takut & bingung dengan apa yang terjadi, tapi mereka tetap berkumpul ( kalau dipikir-pikir, bukankah lebih enak di rumah & bersembunyi jadi tidak menarik perhatian bukan? )
– “Pintu yang terkunci” tidak menghalangi Yesus untuk masuk ke dalam menyapa & memberkati para murid (Yesus tidak bilang “ga jadi masuk ah, percuma mereka pengecut & tidak beriman” )

Lewat perikop hari ini Tuhan boleh meneguhkan iman kita lagi, apapun situasi yang sedang kita hadapi saat ini; yang telah membuat kita menutup rapat pintu hati kita (entah karena takut dihakimi atau takut menghadapinya ), Dia selalu punya seribu satu cara untuk hadir & memberkati kita (bahkan dalam perikop ini dikatakan, “Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus & memberi mereka kuasa” )

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-98 ini, gereja Katolik merayakan Hari Kerahiman Ilahi, dimana kita merayakan belas kasihan & cinta Tuhan yang tanpa batas. Situasi hati kita tidak menentukan kemurahan hati Tuhan, Ketika kita tidak bisa merasakan kehadiranNya, bukan berarti Tuhan tidak hadir. Tidak ada tembok, selubung ataupun penghalang yang bisa menghalangi kuasaNya untuk bekerja.

Marilah kita datang bersekutu dengan Dia dan biarkan cintaNya memperbaharui hidup kita.

%d bloggers like this: