Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-305 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Matius 5:6)

 

Baca selengkapnya bacaan injil hari ini dari Injil Matius 5:1-12a.

Bacaan hari ini adalah tentang kotbah Yesus di bukit. Bagian pertama (ayat 3-6) menceritakan mengenai kebahagiaan yang didapat oleh orang yang miskin dalam roh, yang bersedih, yang lemah lembut dan mereka yang haus dan lapar karena kebenaran.

Bagian kedua (ayat 7-10), kebahagiaan dijanjikan buat mereka yang berbelas kasih, yang jujur, pembawa damai, dan mereka yang menderita demi mencapai kebenaran.

Sedangkan bagian terakhir (ayat 11-12) membahas tentang ganjaran yang besar di surga bagi para nabi-nabi yang dianiaya dan difitnah pada perjanjian lama.

Saya bertemu dengan seorang teman yang mempunyai kesempatan bertemu dengan seorang bekas pejabat yang berusaha hidup benar dan berusaha menjalankan tugasnya demi bisa mengasihi rakyat kecil. Namun ia teraniaya karena perbuatan baiknya itu bahkan mendekam dalam tahanan. Teman saya ini begitu terkagum melihat perilaku bekas pejabat tersebut yang tetap ceria, ada kebahagiaan di mukanya dan tidak menyesalkan perbuatan orang yang menzolimi beliau. Saya mendapat kesempatan berkunjung ke rumah beliau di Belitung Timur dan melihat sebuah rumah adat sumbangan beliau yang bersebrangan dengan rumah pribadinya. Hati saya bergetar saat memasuki ruangan itu melihat karya beliau buat mengangkat kebudayaan masyarakat setempat.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-305 ini mengajak kita untuk berani berlaku militan, untuk berani menentang arus jika dibutuhkan (dengan risiko teraniaya) seperti halnya yang dilakukan oleh para orang kudus, mereka yang tetap berbahagia walaupun menjalani hidup mereka dalam kesusahan dan penderitaan.

Mengutip kata-kata Paus Fransiskus, “Saya ingin ingatkan kalian bahwa menjadi bahagia bukankah memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa kecelakaan, atau pekerjaan yang tidak melelahkan, atau relasi tanpa kekecewaan.” Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: