Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-10 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. (1 Samuel 3:9)

 

Bacaan refleksi harian Katolik Epiphany hari ini menceritakan tentang panggilan Nabi Samuel. Samuel yang muda itu menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan imam Eli. Di saat Samuel belum mengenal Tuhan, imam Eli membimbingnya untuk memenuhi panggilan kenabiannya dengan mendengarkan suara Tuhan. Setelah tiga kali bangun mendengar dirinya dipanggil, Samuel mendapat bimbingan dari imam Eli bagaimana meresponi panggilan Tuhan dengan membuka diri dan siap untuk menjawab kalau panggilan itu datang lagi. Saat panggilan Tuhan datang keempat kalinya, Samuel mengenalinya, dan menjawab seperti yang telah diajarkan padanya.

Dalam menemukan panggilan Tuhan, kita harus rendah hati dan setia menunggu seperti Samuel. Samuel menunggu walaupun belum tentu panggilan itu datang lagi. Tetapi apabila panggilan itu datang, ia telah siap untuk meresponinya.

Kita juga hendaknya senantiasa terbuka kepada panggilan Tuhan. Kita tidak akan dapat mendengar panggilan Tuhan kalau kita dipenuhi dengan kekuatiran terhadap perkara-perkara duniawi. Roh Kudus adalah Roh yang lemah lembut, kita harus menjadi peka akan suara-Nya.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-10 ini, mari kita persiapkan diri agar lebih peka terhadap panggilan Tuhan di tahun 2018 ini, sehingga saat panggilan itu datang, kita akan siap berkata “Berbicaralah Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengarkan.” Tuhan memberkati niat dan usaha kita meresponi panggilan-Nya di tahun yang baru ini.

%d bloggers like this: