Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-101 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya diakukan dalam Allah” (Yohanes 3:21)

 

Kutipan injil hari ini diambil dari penjelasan Yesus kepada Nikodemus tentang Dia yang datang karena kebaikan Allah kepada manusia yang mengutus diri-Nya ke dunia.

Yesus menginginkan manusia menjadi terang dan garam dunia. Terang merupakan gambaran dari karakter Allah sendiri, gambaran kebaikan, kebenaran, keadilan dan kekudusan Allah. Sebagaimana terang memberikan sinarnya, memancarkan perbuatan baik, demikian kehendak Tuhan pada kita, anda dan saya.

Hari ini gereja memperingati Santo Stanislaus, seorang martir, uskup Krakow Polandia. Uskup Stanislaus dibunuh oleh raja Boleslaus 11 april 1079 saat dia sedang mempersembahkan misa di Skalka, dekat Krakow. Uskup Stanislaus sangat dicintai umat karena tutur katanya lembut penuh kasih dan sangat memperhatikan kaum miskin.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-101 ini mengajak kita, anda dan saya untuk hidup dalam terang, meninggalkan hidup lama kita karena Yesus telah menebus kita dengan darah-Nya. Terus berusaha hidup dalam kebenaran, melakukan kebaikan terhadap sesama, dan selalu berguna bagi orang di sekeliling kita. Hidup di dalam terang akan membawa orang disekitar kita kepada Yesus untuk mendapat keselamatan dalam hidup kekal bersama Allah dan para orang kudus. Amin.

%d bloggers like this: