Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-284 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Siapa yang belum pernah dengar cerita tentang Yunus? Ia dipilih Tuhan untuk mempertobatkan bangsa Niniweh –> ia menolak dan malah melarikan diri ke Tarsis, dalam perjalanannya ia dibuang ke laut –> ditelan ikan besar selama 3 hari lalu dimuntahkan lagi keluar –> akhirnya ia pergi ke Niniweh & bangsa Niniweh yang percaya pada Tuhan bertobat oleh berita yang dibawa Yunus –> Tuhan tidak jadi menghukum mereka! ( tentu Anda masih ingat dengan bacaan yang dibahas dalam refleksi harian Katolik Epiphany kemarin bukan? )

Namun ini reaksi Yunus, “Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.” (Yunus 4:1) malah sampai ia merasa lebih baik mati saja saking kesalnya?!?

Mari kita renungkan apa yang membuat Yunus merasa demikian? Padahal ada 2 hal yang sangat jelas2 terjadi:
1. Tuhan telah terlebih dahulu bermurah hati dengan memberikan kesempatan kedua kepadanya, setelah dia tadinya berusaha kabur dan tidak taat.
2. Misinya berhasil.

Bukankah seharusnya Yunus senang melihat pertobatan yang terjadi karena melihat kemurahan Tuhan yang dia terima, juga dialami oleh bangsa Niniweh?

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-284 ini, mari kita refleksikan apakah kita sering bersikap seperti Yunus, yaitu kecewa ketika Tuhan memberkati orang lain yang sudah menyakiti kita? Apakah kita marah ketika mengetahui manager kita memaafkan & memberi kesempatan kepada teman sekerja kita yang tertangkap berbuat salah (yang seharusnya menurut kita dia sudah seharusnya dipecat)? Apakah kita kesal ketika mendengar orang lain yang mendapat promosi? Apakah saya adalah kategori orang yang “susah melihat orang senang, senang melihat orang susah?” ???

Secara manusia kita mungkin merasa wajar dengan perasaan-perasaan demikian. Namun mari kita baca ayat kutipan ini ( Yunus sendiri yang mengatakan ): “Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkanNya.” (Yunus 4:2)

Tuhan, kami bersyukur atas kemurahanMu & kepercayaanMu kepada kami. Kau tidak pandang kelalaian kami, Kau mengampuni dosa-dosa kami, dan terlebih lagi thank you for never giving up on us. Kiranya lewat doa Bapa Kami yang kami panjatkan setiap hari, senantiasa hati kami dimurnikan & dijauhkan dari segala yang jahat. Amin ??

%d bloggers like this: