MENJAWAB PANGGILANNYA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-193 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya” Mat 10:1

 

Pada bacaan Injil hari ini, kita kembali diingatkan peristiwa Tuhan Yesus memanggil kedua belas murid pertama mereka. Menurut tradisi, pada saat memulai karya pelayanannya, Tuhan Yesus baru berumur 30 tahun. Menurut cara berpikir dunia modern, kita tentu berpikir para murid yang telah di “handpicked” (dipilih) oleh Tuhan Yesus, tentu adalah orang-orang yang sempurna, pintar, jago bicara, tampan, multi-talented – orang-orang yang kira-kira dapat dengan pesat membantu Tuhan Yesus untuk meningkat kepopularitasan groupnya.

Namun tak seorang guru pun, atau seorang rabi pun dipilihNya. Sebaliknya, murid perdana datang dari berbagai latar belakang. Beberapa dari mereka adalah nelayan, bahkan juga pemungut cukai. Mereka adalah orang-orang biasa, yang tak memiliki kemampuan extraordinary apapun. Namun kita dapat melihat sebetapa luar biasanya mereka pada akhirnya.

Contoh sederhana, saya pernah berkenalan dengan seorang pria, bernama Rei. Rei awalnya nggak pintar bicara, cenderung malu apabila diminta bertugas, apalagi berbicara didepan umum. Namun niat dia tulus ingin melayani. Setiap kali ia diminta bertugas membagikan renungan/mengajar ia selalu mempersiapkan diri. Lama kelamaan, skill dan pengalaman ia makin bertambah, dan bertahun2 kemudian, ia makin banyak diminta untuk pelayanan diberbagai tempat. Sebaliknya, ada teman awalnya terlalu percaya diri (dan pintar), ujung-ujungnya jadi sering ribut, dan susah untuk diajak kerja-sama.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-193 ini, apakah yang sama dari Rei dan kedua belas murid tersebut? Mereka pada awalnya adalah orang-orang biasa (ordinary), namun Roh Kudus yang mengubahkan hidup mereka menjadi extraordinary. Tuhan tidak melihat latar belakang atau kemampuan seseorang. Jangan sampai kita merasa rendah diri. Namun pelayanan di Gereja tidak bergantung dari seberapa kuat/gagahnya seseorang. Apabila kita tetap setia pada perkara kecil dan mau memberikan 100%, pada waktunya nanti, Roh Kudus yang akan memperlengkapi.

%d bloggers like this: