Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-44 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang (Markus 7:23)

 

Saya membayangkan jika saya salah satu dari murid Yesus saat itu, saya juga akan bertanya sama Dia apa maksud perumpamaan yg Ia sampaikan mengenai yang masuk dari luar tidak dapat menajiskan?

Mari kita renungkan hal ini. Saat anda dan saya menerima pengajaran2 rohani baik di dalam komunitas persekutuan, bible study atau sharing; anda dan saya menerima pengetahuan yang benar. Di dalam menerima kebenaran tersebut ada unsur pilihan, mengikuti Sang Mesias dengan ajaranNya atau memilih tidak mengikuti Nya. Dan apa pun keputusan tersebut akan tampak dari apa yang keluar dari diri anda dan saya.

Misalnya, di dalam berhadapan dengan satu situasi, apakah mau keluar kata-kata yang menyemangati dan teduh ( berarti anda mengikuti ajaran Kristus dan berusaha menjadi pelaku Firman) atau kata2 kasar penuh cacian dan membuat orang lain dendam dan sakit hati (menajiskan diri kita sendiri), itu semua pilihan anda dan saya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-44, mudahkah mengikuti ajaranNya yang benar di dalam kehidupan sehari-hari? Tentu tidak! Apalagi misalnya harus menahan emosi karena dituduh atau dikecewakan orang lain… waduhhh… mau meledak rasanya dan ingin segera mencaci maki. Ini semua karena selama manusia hidup, unsur kedagingan dan keduniawian tetap ada di dalam diri kita.

Yang mana pilihan anda dan saya? Mau berusaha menjaga kekudusan, atau mengumbar kebodohan sehingga menajiskan diri kita sendiri?

Tuhan memberkati keputusan anda dan saya.

 

%d bloggers like this: