TAAT PADA HUKUM ATAU ROH?

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-165 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. (2 Kor 3:6)

 

Jadi, hukum tertulis tidak penting? Bukan demikian! Yang dimaksud disini adalah memahami hukum tertulis harus dengan Terang Kristus, yaitu bantuan kuasa Roh Kudus sehingga anda dan saya tidak salah langkah! Ingat sabda Yesus di dlm Injil hari ini, “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat 5:27)

Coba renungkan sharing ini:
Salah satu teman saya saat masih duduk di bangku universitas dulu, dia kerja sampingan sbg tukang masak pizza. Teori buat adonan simple, masukin oil, tepung, dan ragi sesuai takaran, lalu diaduk – jadilah sudah adonan yang siap di proofing didalam mesin. Gampang?

Ternyata 2-3 minggu pertama dia kerja, adonan selalu gagal. Entah kebanyakan ragi, atau terlalu sedikit. Terlalu sedikit adonan lama untuk kembang; terlalu banyak akhirnya adonan jadi hancur. Yang ia lakukan adalah memutuskan mengikuti takaran setiap kali melakukan diimbangi dg pengambilan keputusan sesuai environment sekitar. Misalnya kepekaan akan perubahan kondisi suhu oven (baru nyala, sudah lama nyala dsb) atau perubahan kelembaban ruangan dll. Hasilnya jelas adonannya jadi mulus dan harum. Rasanya bangga sekali kalau adonan yang keluar itu bagus. Apalagi kalau sedang dilihat boss atau teman2 yang masih junior. Seakan-akan ingin berkata, “nih liat hasil gue!”

Roh Kudus di butuhkan untuk memastikan bahwa peraturan yang ada tidak menjadi sia2 dan menjadi berkat bagi anda dan saya di dalam mengambil keputusan.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-165, ini lah yang juga menyemangati hidup Santo Gerardus dari Clairvaux yang kita rayakan pada hari ini. Awalnya beliau adalah tentara yang ikut berperang, namun ia terluka parah dan menjadi tawanan perang, di masukan kedalam penjara. Saat mengalami siksaan di dalam penjara, ia justru mengalami Kristus yang meraja di dalam diri nya untuk bisa memaafkan musuh2nya. Saat ia di bebaskan, ia memilih bergabung bersama adiknya St Bernadus di biara Citeaux Perancis.

Sebagai pengikut Kristus, manusia di mampukan mengambil keputusan yang tepat dan melakukan hal2 yang tak terduga apabila mengijinkan Roh Kudus yang hidup dan meraja di dalam dirinya. Maukah kita semua membiarkan Roh Kudus memimpin kita? Tuhan memberkati

%d bloggers like this: