Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-17 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Tetapi Daud berkata kepada Goliat, orang Filistin itu, “Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak serta lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu.” (1 Samuel 17:45)

 

Kisah Daud penggembala yang mengalahkan Goliat sudah sering kita baca, tapi apakah relevansinya dengan kehidupan saat ini?

Siapakah Daud? Daud adalah simbol orang yang mengandalkan iman, percaya pada Tuhan sebagai pencipta, pemelihara dan pengatur segala sesuatu di dunia ini.

Siapakah Goliat? Goliat adalah simbol tembok penghalang besar, bisa dari dalam diri sendiri (kedagingan) maupun dari luar (keduniawian).

Hidup ini terdiri dari masa lalu, masa kini dan masa depan, seringkali energi seseorang habis karena menyesali masa lalu dan menguatirkan masa depan. Bisakah kita memerangi tantangan dan hambatan hidup dengan mengandalkan iman kepada Tuhan? Kalau seseorang berfokus pada masalah maka orang itu akan kalah, tetapi kemenangan akan kita dapatkan kalau kita berfokus pada Tuhan.

Seorang ibu yang mempunyai talenta dalam pelayanan, dia dapat mengajar dengan baik dan juga menyanyi dengan merdu. Dia sering berpindah kelompok doa karena merasa tidak dihargai. Tetapi ternyata “goliat” bagi dirinya adalah rasa tinggi hati, merasa dirinya lebih hebat dari orang lain. Dia suka menegur teman sepelayanan dengan nada merendahkan dan sinis. Tentu saja orang sepelayanan yang mula-mula menerimanya dengan baik karena talentanya, menjadi mengucilkan dia.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-17 ini mengajak kita, anda dan saya untuk senantiasa berfokus pada iman akan Tuhan. Tidak ada persoalan atau hambatan yang sangat besar yang Tuhan tidak bisa selesaikan dan tidak ada persoalan yang terlalu kecil bagi-Nya yang luput dari perhatian-Nya.

Daud memilih 5 batu licin dalam menghadapi Goliat. Marilah kita melengkapi 5 hal dalam hidup kita: tidak membiarkan masa lalu menghambat hidup, berdoa, prioritas hidup, hadapi hidup dengan semangat (gairah) dan selalu bertekun dalam hidup. Satu dua kali kita merasa sakit tapi jangan menyerah, kalahkan goliat-goliat dalam hidup kita. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: