Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-199 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya?” (Yesaya 10:15)

Nubuat Nabi Yesaya pagi ini mengingatkan kita manusia bahwa apa yang manusia miliki atau pakai untuk hidup di dunia ini jangan membuat karakter anda dan saya berubah serta diperhamba olehnya. Heh? Apa maksudnya?

Dalam masa Nabi Yesaya, seorang ahli dalam menggunakan kapak jangan dipakai untuk menyakiti dan memusnahkan orang lain; atau kekayaan digunakan semena-mena di atas kepentingan orang lain.

Atau pada masa sekarang ibaratnya seorang yang punya andil besar (sebut saja dalam pemerintahan, lingkungan pekerjaan, atau bahkan di rumah tangga) menggunakan kekuasaannya semata-mata demi kepentingan dirinya dan mengabaikan tugas panggilan pelayanan yang seharusnya ia lakukan.

Mari kita melihat kisah Santa Odilia yang kita rayakan hari ini. Beliau adalah salah satu contoh nyata implikasi dari ayat di atas. Beliau menyadari akan apa pun yang manusia miliki di dunia ini adalah fana. Saat manusia mati, semua itu tidak ada artinya.

St Odilia berasal dari keluarga kaya raya yang memilih melepaskan atribut kebangsawanannya dan memilih menjadikan istananya menjadi biara demi menyelamatkan banyak orang dan kabar Gembira Tuhan kita.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-199, dalam Injil pagi ini, Yesus bersabda “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

St Odilia mengerti bahwa kefanaan dunia ini tidak ada artinya dibandingkan dengan bersatu bersama Allah di dalam KerajaanNya saat manusia meninggal.

Bagaimana dengan anda dan saya? Sudahkah kita memenuhi panggilan pelayanan yang Ia sudah tempatkan bagi kita semua? Tuhan memberkati

%d bloggers like this: