Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-2 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya “Aku bukan Mesias” (Yohanes 1:20)

 

Kami bersyukur karena kami boleh berkumpul di malam tahun baru kemarin ini, merayakan bersama kakak, beberapa keponakan dan satu teman. Pas di saat pergantian tahun kami penuh dengan suka cita dan bersorak.

Salah satu kebiasaan kami adalah saling membagikan berkat (doa) saat sebelum berpisah satu sama lain. Dan saat merenungkan bacaan pagi ini, saya teringat kembali akan ’berkat’ tersebut; karena berkat dan doa mengawali tahun adalah sungguh sesuatu yang crucial anda dan saya butuhkan.

Persatuan dengan Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya sumber pengharapan kita semua di dalam memasuki tahun 2019 ini yang tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi. Dialah satu-satunya pengharapan kita semua, bahkan Rasul Yohanes mengatakan, “mengaku Anak, kita memiliki Bapa di Surga” (1 Yohanes 2:23). Persatuan dengan Yesus adalah kunci menerima keselamatan dari Bapa di Surga.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-2 tahun 2019, siapa musuh utama anda dan saya? Bukan lain adalah sang pendusta, si iblis yang mampu menyamar menjadi segala macam bentuk di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bisa berupa godaan duniawi seperti mengejar kedudukan, kekayaan di atas penderitaan orang lain. Bisa berupa godaan kedagingan seperti pesta pora, kemabukan dan perzinahan. Sehingga anak-anak Tuhan mulai meragukan apakah sesungguhnya Yesus itu ada? Apakah Bapa di Surga itu ada?

Itu sebabnya Rasul Yohanes menegaskan dalam bacaan pertama hari ini agar berhati-hati terhadap sang pendusta besar, si iblis. Dan St Yohanes Pembaptis juga bersaksi, dirinya bukan Mesias! Namun Yesus, adalah Sang Mesias! Persatuan dengan Yesus adalah kunci menerima keselamatan dari Bapa di Surga. Tuhan memberkati pilihan kita semua.

%d bloggers like this: