Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-51 dari 365 halaman tahun 2019.

 

“Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: “Jangan masuk ke kampung!” (Markus 8:26)

 

Sepasang suami istri membawa keledai peliharaannya. Di sepanjang perjalanannya tak henti-henti mereka mendengar komentar negatif orang-orang yang menghakimi.

Ketika mereka berdua menunggangi keledainya, mereka dibilang “tidak berperi-kebinatangan/kejam & tega.” Ketika hanya salah satu dari mereka bergantian menungganginya, mereka dibilang “dasar suami bodoh, istri yang mengatur, demikian sebaliknya dasar istri bodoh, kok suami yang enak-enak duduk.” Ketika mereka berjalan berdampingan dengan keledainya, mereka dikatakan “dasar pasangan bodoh, punya keledai bukan ditunggangi”

Yesus melarang orang buta yang sudah disembuhkan ini untuk tidak kembali ke kampungnya, karena Yesus tahu akan “kedegilan hati” orang-orang Yahudi yang mempertanyakan setiap pekerjaanNya & meragukan niat dan kehadiranNya. Fokus Yesus adalah untuk memberkati mereka yang membutuhkan kasih Bapa.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-51 ini marilah kita berdoa, “supaya Ia menjadikan mata hati kita terang, agar kita mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukanNya bagi orang-orang kudus” (Ef 1:18)

Biar bukan apa kata orang, tapi mendengar & melakukan apa kata Tuhan yang selalu menjadi fokus kita dalam berkarya & menabur kasih.

 

%d bloggers like this: