Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-79 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. (Matius 20:20)

 

Orang tua umumnya pasti akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Apabila anda mengikuti berita luar negeri, kurang dari seminggu yang lalu, sebuah koran di US meliput satu pasangan yang sangat kaya karena berusaha menyogok agar anaknya bisa masuk ke universitas terkenal di US. Katanya kedua orang tua itu membayar USD500,000 agar anak perempuan mereka di-endorse sebagai seorang atlit (walau anaknya bukan atlit sama sekali). Dengan jumlah uang demikian, sebenarnya lebih dari cukup untuk melatih seseorang untuk menjadi atlit beneran.

Orang tua, sadar atau tidak, pasti akan berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Disekolahkan ke sekolah yang terbaik, membelikan mainan yang terbaik, marah ke guru kalau anaknya diberikan nilai yang jelek, bahkan ada yang datang ke interview anaknya, atau berusaha untuk nego gaji anaknya. Tapi ibu di Injil hari ini, adalah yang paling top! Melebihi dari orang tua-orang tua lainnya, mereka nego langsung ke Tuhan Yesus, supaya gak cuma masuk surga, tapi juga dapat posisi!

Tidak heran murid-murid Yesus yang lain pada ribut semua. Karena mereka banyak yang harus berkorban, keluar dari comfort zone, ada yang meninggalkan pekerjaan mereka. Nah loh, ini ibu kok berani2nya langsung nego untuk anak2nya supaya mendapat posisi yang terbaik? Cawan yang harus kita minum adalah cawan penderitaan (Matius 20:22), bukan berisi anggur manis, atau apapun setara dengan univeristas yang mewah. Cawan yang Tuhan Yesus minta akan membuat kita meninggalkan segala kenikmatan duniawi demi menuju Golgota seperti guru kita, Tuhan Yesus.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-79 ini sebenarnya ingin mengajak para orang tua untuk berpikir, sanggupkah anak-anak untuk meminum cawan yang Tuhan Yesus minta? Hidup susah penuh tantangan adalah latihan untuk menghadapi sesatu yang lebih besar lagi. Tugas para orang tua adalah untuk mempersiapkan anak-anak mereka agar mereka siap menjadi saksi Kristus.

Menjadi saksi Kristus, berarti siap sedia panggul salib, resiko ditolak, disakiti bahkan dikhianati, namun tetap dengan suka cita mewartakan cinta kasihNya. Soal nanti dapat posisi apa, gak masalah!

 

%d bloggers like this: