MEMBERI DENGAN SUKACITA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-172 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga”
(2 Kor 9:6)

 

Paulus juga mengingatkan untuk memberi dengan kerelaan hati, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.Sedangkan di bacaan injil hari ini (Mat 6:4), Yesus mengingatkan jika memberi sedekah, berikan dengan sembunyi, Bapa yang melihat akan membalasnya.

Teologi kemakmuran sering menyalahgunakan ayat-ayat sejenis 2 Kor 9:6 untuk membujuk umat agar memberi sedekah (perpuluhan) dengan iming-iming Tuhan akan mengembalikan terutama dalam bentuk finansial yang berlipat ganda. Sedekah yang kita berikan semata-mata adalah usaha kita untuk berbagi kasih, pemberian yang rela dan dengan sukacita sebagai tanda kita bersyukur atas apa yang Tuhan sudah berikan buat kita, keluarga untuk kesehatan, pekerjaan, kasih yang kita dapat dari orang disekeliling kita.

Hari ini gereja memperingati Santo Aloisius Gonzaga SJ, santo pelindung kaum muda Katolik, yang meninggal pada usia sangat muda 23 tahun setelah dengan kerelaannya mau merawat penderita sakit wabah di kota Roma. Lahir dari keluarga Italy yang terpandang, ia melepaskan hak-hak dari keluarganya dan bergabung dengan Serikat Yesuit. Sebuah contoh seorang yang mau memberi dirinya, bahkan hidupnya untuk Tuhan yg dikasihinya.

Saya kenal seorang ibu yang sangat dermawan yang walaupun bukan pengurus di komunitas kami, ibu ini seringkali menanyakan apa yang dia bisa bantu untuk komunitas kami. Kedermawanan ibu ini memang tulus, termasuk ke adik-adiknya dibimbingnya sehingga mereka punya usaha sendiri, bahkan anak pegawainya disekolahkan sampai lulus menjadi sarjana. Perbuatan baiknya bukan mengharapkan balasan dari Tuhan tapi merupakan rasa syukur atas kebaikan yang sudah ibu ini dan keluarganya sudah terima. Tuhan pun sangat menyayangi ibu ini dengan rahmat yang berlimpah untuk dia dan keluarganya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-172 ini mengajak kita semua untuk mau memberi kepada orang lain yang memerlukan uluran tangan kita. Percayalah Tuhan akan membalasnya dalam bentuk yang lain, rahmat-Nya yang kita perlukan dalam kehidupan kita saat ini maupun keselamatan dalam kehidupan kekal nanti.

%d bloggers like this: