Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-326 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.” (Lukas 19:26)

Buat kita yang lahir dan besar di Indonesia, kemungkinan besar kita pasti pernah mendengar pepatah “rajin menabung pangkal kaya.” Mungkin parable hari ini, secara tidak langsung ingin mengatakan bahwa pepatah itu tidak selalu benar.

There are a lot of funny things about money. Uang apabila cuma disimpan (ditabung) ditempat yang aman, maka nilainya tidak akan berubah, malah mungkin berkurang daya belinya, seperti yang terjadi pada hamba ke-3. Apabila dijalankan (diinvestasikan), akan ada risiko, namun nilainya juga dapat berlipat ganda, seperti yang terjadi pada hamba ke-1 dan ke-2. Intinya untuk bisa maju, butuh keberanian dan mau ambil risiko.

Kita semua, saat dilahirkan, pasti diberikan modal oleh Tuhan, minimal satu. Dalam hal ini, ‘mina’ tak selalu berarti uang, namun juga bisa berarti bakat terpendam, talenta. Saya punya seorang teman, sebut saja namanya Peter. Peter pernah bilang kalau dia ingin bisa main alat musik. Karena itu dia sangat giat latihan. Saat ada kesempatan untuk melayani di komunitas, memang ia rada nekat, tapi berani ambil risiko, mengambil kesempatan tsb. Sementara teman-teman yang lain, yang juga ingin bisa main, tidak berani karena takut salah. Saat ini Peter sudah bisa bermain bersama di dalam band.

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-326 ini ditulis “Setiap orang yang mempunyai, akan diberi”. Kata mempunyai disini, tak melulu mengenai uang, bisa juga berarti panggilan untk melayani Tuhan Yesus. Apabila fokus kita adalah ingin melayani Dia, maka jangan takut gagal. Selama kita tetap berserah, Tuhan sendiri yang berjanji akan melengkapi kita dengan berbagai kemampuan dan talenta untuk dapat melayani Dia.

%d bloggers like this: