Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-114 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi, Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. (Lukas 24:30-31)

 

Perikop bacaan injil hari ini mengenai 2 orang murid Yesus yang pulang kampung akibat keputusasaan mereka kehilangan harapan karena Yesus wafat di salib. Dalam perjalanan ke Emaus itu Yesus menemani mereka tetapi kedua murid itu tidak mengenali Yesus sampai saat Yesus memecahkan roti dan memberikannya kepada mereka.

Peristiwa ini melukiskan kejadian yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari, kita yang berjalan selalu ditemani Yesus tetapi kadang tidak menyadari.

Lalu bagaimana kita tau kalau kita masih berada di jalan yang dikehendaki Yesus?
1. Merawat dan membuat iman bertumbuh dalam lingkungan/komunitas yang religius.
2. Mendalami sabda/firman Tuhan dengan membaca kitab suci dan mengikuti pendalaman iman
3. Memperdalam relasi dengan Tuhan melalui doa pribadi dan doa bersama.
4. Mengikuti perayaan ekaristi dan menerima sakramen-sakramen.

Kadang kita mengalami kesedihan, kekecewaan, kegagalan, tetapi kita harus selalu mengimani dan menyadari bahwa Tuhan Yesus selalu setia menjagai dan menyertai hidup kita.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-114 ini mengajak kita semua, anda dan saya yang menyatakan mau mengikuti jalan yang ditunjukkan Yesus melalui pembaptisan kita, untuk selalu menyadari bahwa Yesus selalu setia menyertai kehidupan kita.

Marilah kita selalu hadir dalam perjamuan Ekaristi yang merupakan puncak iman kita kepada Yesus sekaligus mengingatkan bahwa kasih-Nya yang begitu besar bagi kita hingga rela memberikan diri-Nya untuk mengangkat kita dari lumpur dosa, agar selamat sampai di kehidupan kekal bersama-Nya. Kita hanya perlu setia sampai akhir di jalan kebenaran yang ditunjukkan-Nya

 

%d bloggers like this: