MELIHAT KASIHNYA, MENDENGAR SUARANYA

Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-207 dari 365 halaman dalam tahun.

 

Mat 13:16 “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.”

 

Saya punya seorang teman, dan dia adalah fans berat Brian Littrell, salah satu personil Backstreet Boys, the best-selling boyband sepanjang sejarah dengan penjualan album tertinggi di seluruh dunia. Saya juga suka BSB tapi tidak mengidolakan mereka seperti dia. Ia bisa senyum-senyum sendiri memandangi wajah si Brian di majalah dan poster di kamarnya. Teman saya ini sampai-sampai ikut kursus bahasa Inggris demi bisa komunikasi dengan Brian kalau suatu hari nanti bisa bertemu. Ada something yang dia _lihat_ dan _dengar_ dari si Brian yang saya tidak bisa mengerti 😄.

Bacaan Injil hari ini juga menceritakan sekelompok orang yang mengidolakan Tuhan Yesus. Mereka berbondong-bondong datang mau melihat dan mendengarkan Dia. Mereka telah mendengar Yesus mengajar, bahkan melihat sendiri perbuatan-perbuatan ajaib yang Yesus lalukan.

Dan Yesus berkata kepada mereka, “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.”

Ternyata maksud Yesus di sini bukanlah mata dan telinga secara jasmani. Karena melihat perbuatan ajaib Yesus belum tentu membuat Anda bahagia. Bisa saja orang menjadi iri, mempertanyakan kuasa Yesus, mengejar mujizat Yesus, dst. Dan mendengar perkataan Yesus belum tentu membuat Anda bahagia. Bisa saja orang mendengar namun tidak mengerti atau bahkan “masuk kuping kanan keluar kuping kiri”.

Jadi yang dimaksud Yesus di sini adalah, berbahagialah orang yang tidak hanya sekedar “melihat” perbuatan Tuhan tetapi juga dapat mengerti betapa berkuasa dan baiknya Dia sehingga membuat imannya bertumbuh. Juga orang-orang yang tidak hanya sekedar “mendengar” perkataan Tuhan tetapi dapat menerima, mempraktekannya dan berbuah. Berbahagialah orang-orang yang dapat melihat dan mendengar seperti ini.

Refleksi Harian Katolik Epiphany halaman ke-207, tidak semua orang bisa melihat dan mendengar seperti ini. Seperti saya tidak bisa “melihat” dan “mendengar” si Brian selayaknya teman saya itu karena ia menemukan sesuatu yang spesial di diri Brian. Apakah Tuhan Yesus juga spesial bagi Anda? Walaupun kita tidak hidup di zaman Yesus di mana Yesus hadir secara fisik, tetapi Ia adalah Emmanuel, selalu beserta kita.

Mari berdoa bersama: Ya Tuhan, bantu kami untuk dapat melihat cinta dan karya kasihMu melalui hal-hal yang kami lihat hari ini dan bantu kami untuk mendengar suaraMu yang membimbing dan memagari kami senantiasa. Amin.

%d bloggers like this: