Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-241 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

“…Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 1:19)

 

Siapa tidak kenal Yohanes Pembaptis? Tentu kita tahu betapa besar sumbangsihnya di dalam mempersiapkan kedatangan Yesus ke dunia. Dia tidak takut untuk menegur walau harus kehilangan nyawanya.

Seperti bacaan Injil pagi ini, kita membaca ulang kisah kematian beliau. Selesaikah perjuangannya? Habis? Lantas bagaimana dengan nubuat Nabi Yeremia pagi ini? Lihat kembali kutipan di atas, katanya Allah akan melindungi??

Saya teringat kenapa saya memilih nama baptis St Wenceslaus untuk anak saya yang kecil. Beliau adalah seorang raja yang dikhianati adiknya yang dendam karena kekuasaan. Ia mati di tangan adiknya, namun saat ia menghembuskan nafasnya, ia memeluk sang adik dan mengampuninya. Rahmat Allah turun ke sang adik, yang kemudian bertobat dan memerintah dengan sangat bijaksana karena pengurbanan sang kakak.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-241, benarkah Allah tidak melindungi? Coba mundur 1 ayat sebelum bacaan Injil hari ini, yaitu Markus 6:16. Bunyinya: “Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: Bukan, Dia (Yesus) itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”

Allah tidak pernah melupakan rencana awalNya, menyelamatkan manusia. Mirip dengan Yohanes Pembaptis, walau Yesus pun sepertinya kalah dengan wafat di kayu Salib, namun itu justru kemenangan buat Anda dan saya. Penebusan umat manusia dimulai justru saat penumpahan darahNya di kayu salib. Dan semua pelayanan Yesus dimulai dari kesederhanaan Yohanes Pembaptis yang mengajak manusia bertobat dan memberikan diri dibaptis.

Selamat memperingati hari wafatnya St Yohanes Pembaptis. Tuhan memberkati.

%d bloggers like this: