Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-93 dari 365 halaman tahun 2019.

 

Maka Yesus menjawab mereka, kataNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.  (Yohanes 5:19)

 

Saya mengamati anak sahabat saya yang berumur 2 tahun, bagaimana ia meniru gaya ayahnya ketika sedang bermain. Ia bicara di telpon, dengan gaya tangannya satu dimasukin ke dalam kantung celana, kemudian ia berjalan di park sambil melihat-lihat sekitarnya dengan tangan ditaruh di belakang seperti ketika ayahnya menemani ibunya belanja di Mall. Ketika mulai mengantuk dia mulai mengucek2 matanya seperti ayahnya. Tanpa takut & malu, dia meneladani semua itu dengan kepolosannya. Semua tertawa ketika melihat kelakuannya, apalagi sahabat saya. Dia tersenyum senang & terlihat bangga kepada anaknya.

Yesus berkarya: Ia mengajar, menyembuhkan orang sakit, mengadakan mukjijat, merangkul mereka yang terbuang dan semua itu dilakukannya karena ketulusanNya untuk meneladani Bapa, Yesus melakukanNya karena Dia tahu kehendak Bapa. Dan Dia ingin kita semua bisa mengenal & menikmati kasih Bapa.

Kerendahan hati Yesus selalu ditunjukkan secara konsisten dalam perbuatan & perkataanNya. Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-93 ini, apakah demikian pula dengan kita? Apakah hal-hal yang sudah kita pelajari, dengar & aminkan tentang Tuhan, kita lakukan pula dengan iman dan mata yang tertuju kepada Bapa?

%d bloggers like this: