Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-242 dari 365 halaman dalam tahun.

 

“… dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.” (1 Tesalonika 2:12)

 

Di tengah pilihan-pilihan menjalankan hidup yang semakin penuh tantangan dewasa ini, anda dan saya seyogyanya semakin belajar peka, untuk membedakan mana yang kehendakNya, mana yang kehendak aku pribadi dan mana yang kehendak si iblis yang selalu berupaya anda dan saya jatuh di dalam dosa.

Mendadak saya teringat satu kisah yaitu tokoh Susanna di dalam kisah Daniel, yang memilih takut kepada Tuhan daripada menuruti para tua-tua (yg notabene adalah hakim-hakim saat itu) untuk berbuat dosa. Long story short, si tua-tua (istilah yang dihormati sebagai hakim pada saat itu) mengajak Susanna tidur dengan mereka. Jika Susanna menolak maka mereka akan bersaksi palsu bahwa sebenarnya Susanna menyeleweng dengan seorang pemuda di luar suami nya. Susanna memilih takut akan Tuhan dan tidak menuruti keinginan mereka. Dan benar saja di pengadilan, Susanna kalah karena audience lebih percaya pada si tua-tua tsb (wajar karena di pandang mengerti hukum dan takut akan Tuhan 😰). Susanna siap menerima rajaman dan hukuman mati. Namun Tuhan punya rencana lain dimana muncullah Daniel yang dipimpin oleh Kuasa Roh Kudus dan peka akan kondisi sesungguhnya. (Silakan baca dalam Kitab Daniel 13:1-62. Kemudian tulis di comment area di bawah refleksi ini tentang bagaimana cerita Daniel tersebut berakhir 😀 ).

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-242, “…hidup sesuai dengan kehendak Allah….” Coba ulangi penggalan ayat diatas tersebut berulang-ulang. Kemudian lihat bacaan Injil hari ini di Injil Matius 23:27-32 dimana kritikan Yesus sangat tajam, keras dan menyindir para ahli Taurat dan Farisi tanpa ragu-ragu! Semakin jelas buat anda dan saya mengerti korelasi bacaan-bacaan hari ini alasan mengapa Rasul Paulus menekankan arti hidup menuruti kehendak Allah. Pertanyaan yang tersisa “bagaimana dengan anda dan saya?”

Silakan menikmati salah satu kekayaan Gereja Katolik yaitu susunan bacaan liturgi hariannya yang luar biasa. Mari terus berusaha melihat benang merah bacaan pertama dan bacaan kedua dengan bacaan Injil dan jadikan ini rhema dalam hidup kita. Selamat menjalankan Firman Nya, Tuhan memberkati

%d bloggers like this: