Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-9 dari 365 halaman dalam tahun 2019.

 

“Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung” (Markus 6:51)

 

Jaman sekarang, kita mungkin sering melihat di social media bagaimana pelayan-pelayan Tuhan setelah pelayanan ( atau ada yang sedang pelayanan ) mereka meng-upload/mengganti profile mereka yang sedang berdiri di mimbar, bernyanyi, berceramah, atau mendoakan di depan banyak orang. Mungkin yang mereka lakukan adalah bagian dari ucapan syukur & sukacita karena telah dipakai jadi instrumenNya atau bisa juga sebagai marketing rohani untuk menjaring lebih banyak jiwa ( followers ).

Namun ada pula dari kita yang setelah melayani, mengalami apa yang dialami para rasul dalam bacaan injil hari ini. dimana kita seakan-akan dibiarkan bertolak sendirian di lautan kehidupan ini, terombang-ambing dengan badai masalah dalam keluarga, kesehatan & stuck dengan masalah pekerjaan. Seolah-olah mukjijat-mukjijat terjadi hanya pada orang lain, bukan untuk kita. Benarkah demikian? Benarkah Allah terlalu sibuk?

Di refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-9 ini, kita akan dapat mengalami sukacita penuh & kedamaian ketika Yesus ada dalam perahu hati kita walau situasi di luar kita bergelora. Lewat bacaan hari ini, kita tahu bahwa Dia melihat apa yang kita alami, Dia menghampiri kita, Dia sanggup mententramkan hati kita & menenangkan kita di tengah badai.

Apakah saat ini kita hanya dapat mengenali kehadiranNya dalam acara-acara rohani yang spektakular? Bagaimana dalam kesendirian kita, pergumulan kita?

“Momen apapun yang Tuhan ijinkan kita lewati, adalah agar iman kita terus bertumbuh di dalam Dia & semakin hari kita menjadi pribadi yang penuh kasih & rendah hati di hadapanNya.”

%d bloggers like this: