Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-128 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yohanes 16:13)

 

Waktu jaman kuliah, saya lagi semangat dan sibuk pelayanan di komunitas anak muda. Dulu hampir setiap hari ada acara di komunitas. Waktu itu orang tua saya khawatir dan menasehati saya supaya jangan lupa untuk belajar. Namanya remaja, saya malah merasa kesal dan tidak menghiraukan omongan orang tua. Saya pikir toh semua ini saya lakukan buat Tuhan, mereka emang gak ngerti yang namanya pelayanan.

Di tahun terakhir kuliah, saya hampir tidak lulus dan ditendang keluar dari satu ‘group project’ karena saya lupa mengerjakan bagian saya karena sibuk di PD. Karena nilai saya jelek, akhirnya saya tidak bisa melanjutkan kuliah S2 yang saya inginkan. Sekarang saya sadar kebijaksanaan orang tua yang waktu itu tidak bisa saya terima.

Kita membuat banyak keputusan dalam hidup dan mungkin kita sering bertanya kepada Tuhan tentang rencana apa yang Ia inginkan untuk masa depan.

Terkadang seperti kisah saya, ada hal-hal dalam hidup yang terlihat baik seperti bekerja keras, belajar atau melayani Gereja ternyata bukan hal yang membawa buah-buah kebaikan dalam hidup. Ada banyak contoh lain, misalnya bekerja terlalu keras sampai menelantarkan keluarga, belajar terus menerus sampai kesehatan terbengkalai.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-129 ini mengingatkan kita kalau kita punya Roh Kudus yang mengetahui kebenaran dan rencana Allah bagi hidup kita. Ia juga mau mempimpin kita untuk mengenal kebenaran tersebut.

Terkadang kita terlalu ngotot dengan pendapat kita sendiri dan tidak mau mendengar suara-Nya. Marilah kita membuka diri terhadap suara Roh Kudus lebih lagi.

%d bloggers like this: