Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-335 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. (Lukas 21:34)

 

Yesus memperingatkan para murid dan pengikut-Nya untuk senantiasa berjaga-jaga supaya tidak terseret pada daya tarik kepentingan duniawi, tetapi tetap berfokus pada tujuan hidup yaitu bersatu dengan Tuhan dalam kehidupan kekal.

Hari ini gereja memperingati beato Dionisius dan Redemptus, biarawan dan martir Indonesia. Mereka dihukum pancung di Aceh pada 29 November 1638 karena mempertahankan imannya dan menolak berpindah agama.

Beato Dionisius lahir di keluarga bangsawan Perancis yang menyerahkan hidupnya sebagai seorang imam karmelit pada usia 35 tahun setelah sebelumnya bertugas di angkatan laut Portugis di Goa. Sebuah keajaiban bahwa jenazahnya tetap utuh segar dan selama 7 bulan ‘merepotkan’ orang sekitarnya karena meskipun dibuang ke laut ataupun ke hutan, jenazahnya kembali ke tempat ia dibunuh. Akhirnya dikuburkan secara terhormat di Goa, India.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-335 ini mengajak kita untuk senantiasa berjaga-jaga, hidup sesuai mengikuti ajaran Tuhan Yesus tentang Kasih. Menjadikan kehidupan di dunia sebagai tempat perziarahan kita untuk memperdalam iman dan berlatih mengasihi Tuhan dan sesama sampai saat kita memasuki kehidupan kekal bersama Tuhan dan para orang kudus di surga.

%d bloggers like this: