Refleksi Harian Katolik Epiphany. Halaman ke-167 dari 365 halaman dalam tahun 2018.

 

Jika ya, hendaklah kalian katakan: ya, jika tidak , hendaklah kalian katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. (Matius 5:37)

Perikop bacaan injil hari ini adalah bagian pengajaran Yesus mengenai bagaimana Dia sangat mendukung ajaran dalam buku taurat dan kedatangan-Nya adalah untuk mengenapinya.

Yesus menegaskan agar umat-Nya tidak bersumpah palsu, tidak boleh berbohong. Karena kebohongan berasal dari si jahat yang artinya melakukan dosa.

Seorang teman, katakan saja bernama Hartono, bekerja di sebuah bank yg cukup terkenal di indonesia. Hartono diterima di bank ini sejak dia lulus fakultas hukum sekitar 20 tahun yg lalu. Ia menjadi orang kedua di bagian legal. Salary dan bonus yg diterima membuat taraf hidupnya cukup baik.

Selama 20 tahun Hartono bekerja semua berjalan dengan lancar. Klien bank sangat happy dengan pelayanan Hartono. Ia selalu memegang prinsip yang tegas terhadap persyaratan legal pinjaman tetapi tidak menyusahkan kliennya, ini yg membuat kliennya puas.

Keluwesannya bergaul membuat Hartono dekat dengan pemilik perusahaan dan keluarganya.

Suatu saat ketika kepala bagian legal mulai kurang aktif karena usianya, pemilik bank memanggil Hartono. Pemilik bank itu meminta Hartono untuk menandatangani surat pinjaman yg berjumlah cukup besar tanpa memberi kesempatan Hartono untuk mempelajari secara detail kontrak itu. Hartono percaya kepada pemilik bank dan menanda tanganinya. Sebuah bisikan di hatinya menyuruhnya untuk menyelidiki kasus itu.

Hartono yg sudah dibaptis sejak sekolah dasar tidak bisa menerima perlakuan ini karena rupanya pemilik bank mengambil keuntungan dari pinjaman fiktif yg merugikan perusahaan. Hartono tidak bisa terima dan mengajukan pengunduran diri karena bertentangan dengan prinsip kejujuran walaupun konsekuensinya ia kehilangan karier yg sdh dirintisnya.

Refleksi harian Katolik Epiphany halaman ke-167 ini mengajak kita untuk berani menegakkan keadilan dan kebenaran, tegas berkata “ya” atau “tidak” sesuai fakta walaupun harus menuntut korban. Tidak sembarangan bersumpah karena sumpah memiliki daya kuat, apalagi diucapkan di hadapan Allah. Sumpah juga harus diikuti kesadaran dan komitmen kuat untuk melaksanakannya.

Tuhan akan memberkati usaha kita untuk berlaku jujur. Amin.

%d bloggers like this: